Modernis.co, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk politik Indonesia yang semakin pragmatis, pertanyaan mendasar tentang etika dalam kekuasaan kembali muncul. Politik sering kali dipahami sekadar sebagai arena perebutan jabatan, bukan sebagai ruang pengabdian kepada kepentingan publik. Transaksi kekuasaan, kompromi tanpa prinsip, hingga manipulasi identitas menjadi pemandangan yang semakin akrab dalam praktik politik kontemporer. Ketika politik kehilangan dimensi moralnya, demokrasi hanya menyisakan prosedur tanpa ruh. Dalam situasi seperti ini, menengok kembali teladan para pendiri bangsa menjadi penting salah satunya adalah Ki Bagus Hadikusuma. Nama Ki Bagus Hadikusuma bukan sekadar bagian dari sejarah…
Baca SelengkapnyaTag: ki bagus hadikusumo
Ki Bagus Hadikusumo, Peletak Dasar Keislaman dalam Keindonesiaan
Ia juga mahir dalam sastra Jawa, Melayu, dan Belanda. Kemahirannya ini didapat dari seorang yang bernama Ngabehi Sasrasoeganda, dan Ki Bagus juga belajar bahasa Inggris dari seorang tokoh Ahmadiyah yang bernama Mirza Wali Ahmad Baig.
Baca Selengkapnya
Kirim Tulisan Lewat Sini