Modernis.co, Malang – Ini bukan soal berapa jumlah aset didapat dan dikumpulkan. Tapi soal nyali. Beranikah Gus Mus, Gus Baha, Gus Kautsar dan ulama-ulama pemilik pesantren berkelas lainnya mewakafkan pesantren yang dibangun dengan usaha sendiri buat NU? Di Kampus 2 UMM tahun 1992 Gus Dur berkelakar: Pengurus Muhammadiyah itu kuru-kuru (kurus-kurus), organisasinya lemu (gemuk). Pengurus NU itu lemu-lemu (gemuk-gemuk), organisasinya kuru (kurus). NU memakai sistem franchise. NU jualan merk, sebagian besar amal usahanya dikelola keluarga-keluarga dengan merk NU. Di Muhammadiyah semua amal usaha milik Organisasi, pengurus hanya pegang stempel. Tidak…
Baca Selengkapnya
Kirim Tulisan Lewat Sini