Kau

puisi kau

Kau menggoda Kau merayu Kau membela Kau membantu Kehadiranmu seperti sang_malaikat Yang mendatang menabur berkat Hanya meminta argumentatif sepakat Untuk menjadi Pemimpin negeri Mungkin hanya sesaat Agar supaya kami taat Walau_pun sebuah siasat Janganlah membuat kami sesat Bila kau jadi pemimpin Jangan merangkap menjadi koruptor Apa lagi jadi diktator Yang membuat citramu kotor Merah kuning hijau Dilangit yang biru Bukan pelangi lagu putriku Tapi corak bendera partaimu Jika merah, merahkan_lah darah_darah kami Jika kuning, kuningkan_lah padi_padi kami Jika hijau, hijaukan_lah tanaman_tanaman kami Jika biru, birukan_lah langit_langit kami Kami sangat senang…

Baca Selengkapnya

Jiwa yang Dibunuh

jiwa yang dibunuh

Keberhasilan mu menusuk mata kami, kebutaan ini berasal dari mu. Kekejaman mu membunuh hati kami, hati kami mati kamu penyebabnya. Penderitaan ini menular bebas, siap-siap membunuh jiwa-jiwa baru. Racun kamu sebarkan terhadap kelangsungan kehidupan kami. Perpaduan racun dan virus berhasil melumpuhkan jiwa kami. Sungguh jiwamu bersatu padu bersama sang iblis. Kami paham kebincianmu memberikan pembebunuhan kepedulian. Tekanan-tekanan membunuh jiwa-jiwa pahlawan kami. Kami ini generasi pelanjut perjuangan, bukan tanaman liar siap disingkirkan. Kami butuh vitamin, mineral, karbohidrat dan udara segar. Biar tubuh dan jiwa ini tumbuh sesuai harapan, untuk menyingkirkan lawan-lawan…

Baca Selengkapnya