3 Pesan Aktivis Lingkungan Amerika Untuk KHM

kader hijaum muhammadiyah

Modernis.co, Surabaya – Nana Firman Co-Founder Global Muslim Climate Network (GMCN), sampaikan tiga pesan kepada Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) saat resepsi milad KHM ke-2 yang digelar secara virtual, pada Minggu (13/12/2020) malam.

Pertama, Nana berpesan agar KHM dapat bekomunikasi dengan masyarakat terdampak kerusakan lingkungan sesuai kultur yang ada.

Pesan itu, dilatar belakangi pengalamanya saat memimpin
upaya “Rekonstruksi Hijau” bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia selama masa pemulihan (recovery) pasca tsunami Aceh pada tahun 2004.

Pada saat itu, dirinya mengajak masyarakat setempat untuk menanam mangrove melalui pendekatan ilmu pengetahuan tetapi tidak diterima dengan baik. Namun setelah memahami kultur masyarakat aceh yang islami. Akhirnya, ia menggunakan pendekatan agama, dari situlah ajakanya diterima dengan baik oleh masyarakat Aceh.

“KHM harus mampu berkomunikasi baik dengan masyarakat bawah atau masyarakat terdampak keruskaan lingkungan sesuai dengan kulturnya,” ujarnya.

Hal kedua, Pihaknya berpesan agar KHM memperkuat jaringan gerakan lingkungan hingga ke Internasional.

“Silahkan KHM perluas jaringan gerakan lingkungan hingga ke Internasional. Karena dengan berjajaring kita bisa saling bantu untuk penyelamatan lingkungan,” pesannya.

Nana yang pernah mendapatkan penghargaan White House Champion of Change untuk para pemuka agama yang berjuang melawan krisis iklim dari Presiden AS, Barack Obama pada tahun 2015. Menuturkan, dalam perjuangan lingkungan diperlukan jaringan yang luas. Sebab, krisis lingkungan merupakan persoalan yang dialami oleh seluruh dunia maka dalam upaya penyelamatan krisis lingkungan diperlakukan kerja sama dari banyak pihak.

Menurutnya apa yang terjadi di Indonesia seperti tergusurnya ruang hidup, tercemarnya udara, dan kerusakan lingkungan lainya yang dirasakan langsung oleh masyarakat arus bawah juga dirasakan oleh masyarakat di negara lain.

Oleh karena itu, melalui GMCN dirinya mengaku, akan terus membangun jejaring serta mengkampanyekan isu krisis lingkungan sehingga ada peningkatan kesadaran tentang upaya penyelamatan degradasi lingkungan hidup dan krisis iklim yang saat ini masif terjadi.

“Mari berjamaah menyelamatkan lingkungan dan isu lingkungan yang ada akan saya bawa ke forum-forum internasional. Karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita sebagai muslim,” ujar wakil ketua PCIM USA itu.

Selain, soal pembangunan jaringan. Hal ketiga yang ia pesankan adalah tentang pentingnya memberi ruang bagi perempuan pejuang lingkungan.

Pihaknya menilai, selama ini perempuan belum mendapat ruang lebih dalam perjuangan lingkungan. Padahal, perempuan yang pada umumnya lebih banyak berada di ruang domestik memiliki komitmen serta peran sentral dalam pendidik maupun penyelamatan lingkungan.

“Menurut saya peran perempuan dalam penyelamatan lingkungan selama ini kurang mendapatkan tempat. Oleh karena itu, saya mendorong agar ada ruang yang luas untuk perempuan pejuang lingkungan,” pungkasnya. (as)

Redaksi
Redaksi

Mari narasikan fikiran-fikiran anda via situs kami!

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment