Terorisme Bukan Ajaran Islam, Lalu Ajaran Siapa ?

Modernis.co, Malang – Indonesia sedang dihebohkan oleh kasus terorisme saat ini. Dua kejadian yang berlangsung dalam waktu dekat, di dua tempat berbeda ini memunculakn kepanikan dan ketakutan pada semua  kalangan masyarakat.

Kejadian pertama berlokasi disekitaran Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Serta, kejadian berikutnya di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tindakan terorisme yang terjadi kali ini lagi-lagi menyudutkan Islam dengan oknum terorisme yang memakai atribut serta berpenampilan yang khas  pada seorang muslim.

Tindakan ini berdampak besar bagi masyarakat Indonesia terutama yang memluk agama Islam. Para kaum muslimin di Indonesia menjadi terpecah belah dan rasa saling curiga antara sesama muslim juga tidak dapat dihindarkan.

Rasa kecurigaan ini semakin besar terhadap kaum muslimin yang bercelana cingkrang dan berjenggot tebal serta wanita yang menggunakan cadar dan berjilbab lebar. Kecurigaan ini bukan alasan semata akan tetapi realita yang terjadi bahwa oknum terorisme yang melakukan aksinya tersebut telah menyesuaikan penampilannya yang identik dengan seorang muslim.

Kemudian yang menjadi tanda tanya besar yaitu sebenarnya aksi terosrisme ini merupakan bagian ajaran dari Islam atau bukan. Akis terorisme yang dilakukan oleh orang-orang muslim ini diakibatkan salah memahami perkara jihad (menegakkan kebenaran) dalam agama Islam.

Para oknum terorisme ini menganggap bahwa jihad harus dilakukan dengan cara kekerasan dan menyebabkan keributan serta kekacauan seperti aksi bom bunuh diri terhadap orang kafir (non-Islam) maupun pemerintahan.

Mereka menganggap bahwa orang kafir itu harus dibunuh karena musuh sejati bagi kaum muslimin. Serta, pemerintahan harus diperangi karena telah membuat peraturan yang menandingi hukum Allah. Pemahaman ini adalah kesalahan besar. Islam merupakan agama yang penuh rahmat dan kasih sayang.

Dalam Islam seorang muslim wajib menunjukan sikap yang baik terhadap sesama muslim maupun orang kafir, selama orang kafir ini tidak membahayakan orang muslim. Dan wajib bagi kaum muslimin taat terhadap semua aturan yang telah pemerintah tetapkan selama tidak menyalahi syariat Islam.

Lantas kalau terorisme bukan ajaran Islam lalu aksi ini ajaran siapa ? secara garis besar ajaran terorisme ini berasal dari kesalahan seorang muslim dalam memahami kata jihad serta terpapar radikalisme yang disebabkan oleh orang-orang yang fanatik terhadap golongannya serta suka merendahkan golongan yang lainnya. Selain itu, ada banyak yang melatarbelakangi aksi terorisme ini.

Kesalahan Dalam Memahami Ajaran Islam.

Orang-orang yang terlibat dalam aksi terorisme seringkali salah dalam memaknai kata jihad. Mereka beranggapan bahwa jihad itu merupakan cara menegakkan kebenaran melalui kekerasan atau wajib angkat senjata. Kesalahan dalam memahami hal tersebut berimbas pada tindakan yang akan dilakukannya.

Padahal jihad itu memiliki makna yang luas. Tidak berputar pada permasalahan perang. Jihad yang mungkin dilakukan oleh kaum muslimin saat ini yaitu mencari kebenaran dengan cara menuntut ilmu di kajian-kajian keagamaan bersama ustadz yang jelas keilmuannya.

Mencari guru yang yang memiliki pemahaman lurus serta menyandarkan perkataannya kepada Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama terdahulu yang terkenal keilmuannya, wajib dijadikan kriteria guru agama ideal bagi seorang penuntut ilmu yang bijak. Sangat berbahaya bagi penuntut ilmu apabila terjerumus pada kajian-kajian yang membahas permasalahan agama akan tetapi tidak dilandasi dengan al-Qur’an dan hadits malahan mengedepankan akal dan hawa nafsu.

***

Semangat Hijrah yang Tak Berlandasan

Orang yang baru berhijrah seringkali salah dalam memprioritaskan ilmu mana yang harus dipelajarinya terlebih dahulu. Serta, biasanya mereka yang baru berhijrah berorientasi agar mendapat jodoh. Sehingga, hijrah yang dilakukannya tersebut kurang maksimal.

Tanpa ilmu tauhid (mengesakan Allah) yang kokoh, tentu seorang muslim yang baru berhijrah akan mudah goyah. Hal ini dimanfaatkan oleh orang paham radikalisme untuk melakukan aksi teror dengan iming-iming bidadari surga yang menanti

Model hijrah seperti ini menjadi sasaran empuk bagi orang-orang dengan paham radikal untuk memanfaatkannya dalam aksi terorisme. Mereka akan mencekoki sasarannya itu dengan berbagai ajaran sesat yang sesuai dengan hawa nafsunya. Tanpa ilmu agama yang benar tentu seseorang akan mudah terjebak dengan paham berbahaya ini.

Untuk dapat lepas dari situasi ini, maka wajib baginya memiliki ilmu agama yang kuat dan benar untuk menangkis semua pemahaman menyimpang teresbut.

Fanatik Golongan

Orang yang fanatik (kepercayaan kuat) terhadap golongan serta kelompoknya seperti para teroris, akan mudah untuk merendahkan golongan dan kelompok yang lainnya. Merasa paling benar pendapatnya sehingga merasa tidak perlu dengan kelompok lain.

Serta, yang menjadi prioritasnya hanyalah orang-orang yang satu kelompok dengannya, meskipun kelompok yang dibenci berkhidmat pada Tuhan yang sama. Hingga, mudah mengkafirkan saudara seimannya sampai menghalalkan darahnya.

Pemahaman sesat inilah yang sangat berbahaya jika dibiarkan merajalela begitu saja. Islam senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki rasa toleransi terhadap mengatasi segala perbedaan yang ada. Memiliki perasaan lapang dada serta menghormati perbedaan disekitarnya wajib dimiliki oleh seorang muslim.

Menunjukan akhlak yang mulia terhadap sesama muslim maupun orang kafir menjadi salah satu pondasi kuat yang harus dimiliki oleh seorang muslim seperti yang telah Rasulullah contohkan.

Oleh : Muhammad Raihan Nasucha (Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment