Strategi Dakwah Muhammadiyah

Modernis.co, Malang – Indonesia merupakan negara yang di dalamnya terdapat berbagai komunitas agama. Argument ini berdasarkan pada adanya beberpa agama yang telah diakui oleh Negara yaitu Hindu, Budha, Kristen Katolik Protestan Isalm dan Konghucu.

Islam adalah agama terbesar yang ada di Indonesia jika dilihat dari jumlah pemeluknya, pada dasarnya seluruh agama mempunyai ajaran serta ritual ibadahnya masing-masing, namun tujuannya tetap sama yaitu mencari kedamaian di dunia dan di akhirat. Setiap agama juga memiliki visi dan misi serta cara dakwah untuk menyiarkan agamanya termasuk agama Islam.

Pada era kontemporer ( kekinian, modern ) munculah berbagai organisasi di Indonesia guna melanjutkan dakwah Islamiah. Di Indonesia, dakwah Islam berubah corak dengan gaya baru yaitu dakwah structural ataupun dakwah berorganisasi. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi dakwah Islam terbesar yang ada di Indonesia yang mana strateginya bertitik pada pembaruan (tajdid) dan menjaga kemurnian Islam (purifikasi).

Dalam Islam, arti dari dakwah sendiri adalah mengajak kepada sebagian orang atau keseluruhan (individu kelompok, masyarakat dan bangsa) kepada jalan Allah SWT untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran seperti dalam Q.S Ali Imran ayat 104. Dakwah Islam dapat dikatakan sebagai menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat luas sebagaimana yang telah dilakukan oleh suri tauladan kita yaitu Nabi Muhammad SAW.

Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi dakwah islam di mana komunikasi dijadikan cara untuk berdakwah kepada anggota dan masyarakat luas yang bertujuan untuk menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya Islam yang sebenar-benarnya, yaitu mengembalikan seluruh penyimpangan yang sering menyebabkan ajaran Islam bercampur baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.

Seiring dengan fenomena yang ada di Indonesia,  Muhammadiyah terus mengikuti perubahan zaman dalam melakukan dakwahnya. Ketika muhammadiyah berdiri tahun 1912, seluruh masyarakat Muslim di dunia masin berada dalam penjajahan. Sedikit dari banyaknya yang belum merdeka secara politis dari cengkraman para kolonialisme dan imperialisme Barat.

Pada situasi yang sulit ini Muhammadiyah lahir dengan membawa optimisme baru. Adapun kata-kata slogan yang dimiliki oleh Muhammadiyah sendiri adalah “Islam Berkemajuan” yang selalu didengungkan. Pada masa ini mungkin belum bisa dikatakan sebagai Islam “Modern” sebagai mana yang disematkan oleh para pengamat abad ke 20 ini.

Tetapi seiring berjalanya waktu identitas Muhammadiyah tidak terlepas dari arti penting dari dakwah dan tajdid. Sebagai kuncinya dakwah ini terkait dengan mengembangkan dan mengamalkan risalah amar ma’ruf dan nahi munkar. Adapun pada system tata kelolanya dakwah dalam artian luas tersebut memerluka tajdid, baik yang sifatnya pemurnian maupun yang pembaharuan.

Kegiatan dakwah meliputi kegiatan tabligh, pengajian, dan bidang pendidikan, sebagai gerakan keagamaan. Muhammadiyah mengambil peranan yang sangat penting dalam perjalanan bangsa. Hal ini yang melatar belakangi adanya persyarikatan badan-badan yang mengelola kegiatan ataupun program organisasi di Muhammadiyah yang selanjutnya disebut sebagai amal usaha.

Amal usaha Muhammadiyah meliputi bidang dakwah, pendidikan dan pelayanan social. Adapun kegiatan dakwah merupakan kegiatan tabligh dan pengajian. Pendidikan meliputi seluruh jenis pendidikan formal mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK pondok pesantren, serta perguruan tinggi. Bidak pelayanan social meliputi Rumah sakit, rumah bersalin, dan panti jompo.

Muhammadiyah didirikan dengan tujuan mengembalikan masyarakat untuk berpedoman kepada al-qur’an dan Al-Hadits. Prinsip-prinsip yang dibawa oleh Muhammadiyah yaitu pemurnian Tauhid (keesaan Tuhan) dengan kembali pada Al-Qur’an dan Hadits. Adapun implikasi dari pemikiran ini adalah memberantas takhayul, bid’ah dan khurafat atau (TBC).

Selain itu, Muhammadiyah dalam gerakannya menitik beratkan perhatiannya pada dakwah dalam bidang social juga seperti pendirian rumah sakit, poliklinik dan balai kesehatan. Usaha gerakan dakwah tersebut juga mendorong pengembangan ekonomi, disamping bidang-bidang pengkajian dan pendalaman keIslaman.

Oleh : Fakhrurrahman ((Aktivis IMM Tamaddun FAI UMM dan Mahasiswa HKI UMM)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment