Saatnya Rupiah Mengalir Berlimpah Kerumah Anda dengan Memanfaatkan WA Marketing dimasa Pandemi ini

Modernis.co Bogor – Bisakah?
Dulu saya juga mikirnya begitu, mana bisa? Kalau mau rupiah, ya harus kerja. Berangkat pagi, pulang petang, badan pegal-pegal, penghasilan pas-pasan.Ya, kalau di rumah saja biasanya buat istirahat atau buat tidur saja. Cari nafkah harus keluar rumah. Siapa yang mikirnya kayak saya? Pasti banyak!!!
Teknik jualan pakai WA

Langsung saja, pertama HP sudah khusus buat jualan. Sekarang cek berapa jumlah kontak teman-teman anda. Saran saya harus tembus di angka 10 ribu. Kalau belum tambah lagi.
Caranya, ikuti grup WA dan simpan satu-satu namanya. Dan minta mereka juga simpan nama dan nomor Anda. Kalau saling simpan, maka WA story akan terbaca. Ini penting karena ini bagian dari strategi jualan nantinya.
Atau coba cari di google grup-grup WA sesuai segmen yang anda bidik, masuk saja. Dan jangan langsung jualan. Aktiflah disana, hargai aturan grup, dan simpan satu-satu. Dan minta dia juga untuk simpan nama kita. Jadi dua arah.


Dulu saya seperti ini sampai 5.000 database pertama gara-gara HP saya memorinya rendah, jadi sering demam HPnya alias panas. Kedua saya mau bertanya, kalau kenal langsung Anda jualan, menurut Anda bagaimana? Menyebalkan bukan! Itulah kita. Kebanyakan langsung menyerang, langsung jualan. Makanya ditolak mentah-mentah dan sakitnya.


Harusnya pakai strategi, bangun interaksi. Di ilmu WA Marketing yang saya pelajari, bahkan sehari kita harus komen ke 100 WA story teman-teman yang kita simpan. Misal dia posting makanan, kita bilang “enak” atau dia lagi jalan-jalan, kita bilang,”asyiknya”. Dia buat status lagi senang, kita ikutan senang dan kasih emoticon senyuman.


Jadi di awal-awal kita harus rajin komentar. Jangan heran nanti Anda pun juga rajin di komentar. Intinya interaksi, insyaallah nanti berbuah transaksi. Perhatikan juga cara penulisan komentar. Pastikan obral emoticon senyuman banyak. Minimal ada tiga.
Ketiga, ini yang lebih penting. Perbaiki foto profil Anda. Foto yang professional. Jangan gambar hewan, kucing atau binatang lainnya. Kita orang, jadi pakai foto kita yang paling terang, paling bagus. Jangan juga foto selfie dengan bibir dimonyongin. Apalagi HP nya jelek, nanti orang jadinya tidak percaya dan akhirnya tidak beli.


Kalau Anda ada foto di luar negeri atau bersama tokoh atau artis, lebih bagus lagi. Pasang yang kayak ini.
Jangan langsung barang juga, nanti ketahuan jualannya. Mengerti! Segera perbaiki.
Nah, tiga itu lakukan dulu. Karena ilmu jualan di WA yang saya jalani itu mengalir saja. Perbanyak interaksi, perbanyak kita penasaran dan peduli sama dia, dan bangun percakapan yang ada 3 poin yaitu, Pacing, Digging, dan Leading.


Pacing itu perbanyak menyamakan diri kita dengan calon pembeli. Misal dia foto di Bali. Kita bilang, “Bali itu bagus ya!” Walaupun kita belum pernah kesana. Googling saja. Boleh juga Tanya-tanya, “Sudah ke kuta, Kintamani atau Bedugul?” Untuk bahan percakapan. Kalau dia di profil WA-nya sama anaknya, kasih komentar, “Wah lucu banget ya anaknya, semoga jadi anak yang sholeh ya.”


Jadi pacing sama kayak pancing, pancing dia untuk suka bercakapan dengan kita. Jangan banyak debat dan jangan banyak bangun perbedaan, sukai dia, tulus mau berteman sama dia.Digging adalah menggali. Begini, saya jualan British Propolis Green buat anak. Cocok buat batuk pilek anak cepat sembuh, tambah nafsu makan dan kecerdasan. Setelah kita paham produk kita buat apa, sebelum kita gali dulu kebutuhan dia.


Yang terakhir leading. Leading ini sudah saling kenal, sudah tahu kebutuhannya, lalu kita mencoba untuk memimpim melakukan penawaran. Jadi menyerang itu karena kita sudah persiapan penuh, tahu juga apa yang harus diserang duluan.Kalimatnya juga meng-closing. Ini namanya teknik closing. Contohnya, jangan Tanya. “Beli tidak?” jelas tidak belilah. Pertanyaannya saja sudah mengandung pesan beli atau tidak. Pilihannya tidak. Karena orang ingat kata-kata di bagian akhirnya.


Baiknya kalau bertanya, “Beli satu botol atau dua botol?”Langsung kasih pilihan yang dua-duanya paasti kebeli.“Transfernya hari ini atau besok?”.“Nanti dipakai sendiri atau buat saudaranya?”Mengerti sampai disini?
Jadi kasih dua pilihan yang ujung-ujungnya dua-duanya beli. Lalu kalau dia masih mikir-mikir, masih mempertimbangkan, maka saya bilang, “Bagus!”. Lalu tanggapin boleh seperti ini : “Nanti dua atau tiga hari saya hubungi lagi ya, semoga makin matang mikirnya dan beli”.
Jadi dari segi mutu kalau skala satu sampai sepuluh, minimal nilainya delapan atau Sembilan. Saya sendiri jualan British Propolis, Alhamdulillah produk dari inggris Negara maju, harga premium, dan saya garansi 100% uang kembali jika diminum rutin 21 hari dan tidak terjadi peningkatan kesehatan. Pastikan juga izin-izin seperti BPOM, Halal MUI juga punya seperti yang British Propolis miliki. Nah kalau jualannya begini, kita tenang.


Satu lagi tips dari saya, kasih batas waktu kalau menawarkan. Plus kasih hadiah jika sesuai batas waktu tersebut. Misal, “Kalau transferannya hari ini atau besok, saya kasih GRATIS ongkir. Special buat Bunda!”. Atau bisa juga kasih hadiah lain yang kita stok banyak dan kalau beli banyak harganya murah.
Nah, di zaman online Anda harus punya testimoni bagaimana produk itu kualitasnya bagus. Harus dicari, diberi sukarela dan asli. Ini akan membuat orang semakin percaya.
. Jadi yakin itu sangat dibutuhkan, diperlukan, dan bukan sekedar yakin saja, tapi karena memang sudah paham, sudah mengerti, bahwa memang produknya beneran bagus
Coba SSD alias Salam, Sapa, Doa setiap hari minimal ke 20 orang, insyaaallah bentar lagi banjir closingan.

Ini saya kasih contoh SSD untuk kalian yang baca artikel ini :
“Assalamualaikum Wr Wb Pak Syukur,
Semoga kita senantiasa dikaruniai Allah SWT kesehatan, keselamatan, rezeki yang halal dan barokah serta kebahagian dunia wal akhirat dan akhir kehidupan dengan Husnul Khotimah.
Jaga selalu kesehatan kita dan keluarga kita, dengan rutin minu British Propolis.
Amiin ya robbal alamin

Oleh : Hasibuan (Mahasiswa STEI SEBI Jurusan Manajemen Bisnis Syariah)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment