Refleksi 112 Harkitnas, Pantaskah Kaum Muda Memimpin?

Modernis.co, Medan – Masih kental ghirah perjuangan dari ucapan orasi sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Bung Soekarno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Narasi itu dapat membius sesiapa saja yg mendengar nya, dengan tujuan membangun dan membangkitkan semangat jiwa nasionalisme.
Jika ditelisik secara nalar ilmiah sains, apakah mungkin hanya dengan bermodalkan 10 pemuda dapat mengguncangkan dunia ini?
Melihat kondisi sekarang yg kerap kali kita kenal Bonus Demografi menjadi peluang (opportunity) dengan bertambahnya jumlah pemuda yang cenderung meningkat hingga mencapai 64,19 juta jiwa(Data BPS 2019).

Namun lagi-lagi, jumlah kwantitas sedikit atau banyak nya tidak diperlukan jika merujuk kembali dengan ungkapan Bung Karno. Namun hal ini memiliki nilai substansi yang amat penting untuk segera dipahami khusus kaum millenial negara ini.

Pemuda Hari ini, The Leader of Future

Perannya yang sangat dibutuhkan serta dinantikan oleh tiap elemen lapisan
masyarakat, pemuda adalah tiang pelanjut dan penopang dalam keberlangsungan hidup masyarakat. Pemuda merupakan bagian sel inti (konstituen) dalam sisi-sisi kehidupan masyarakat dunia. Tidak identifikasikan lagi sebatas kwantitas dalam skala rentan usia, pemaknaan arti pemuda saat sekarang ini lebih mengarah terhadap rasa semangat, optimis, serta sikap idealismenya. Sebagai penentu masa yang akan mendatang, baik maju dan mundurnya sebuah peradaban, pemuda senantiasa dituntut agar selalu mempersiapakan diri dalam menjawab tantangan dunia. Permasalahan yang semakin kompleksitas, menuntut kembali peran penting serta pergerakan dari kaum muda untuk terus berkontribusi dalam peradaban manusia sebagai garda terdepan kemajuan bangsa serta agama.

Menakar Kapabilitas Pemuda Hari Ini

Masyarakat saat sekarang ini memiliki indikator tahaf hidup yang semakin
meningkat sesuai dengan perkembangan zamannya. Dan hal permasalahan inilah
yang mewajibkan pemuda senantiasa harus memberikan sumbangsih inovatif
perubahan-perubahan yang bisa dipergunakan untuk keberlangsungan hidup banyak orang.
Banyak hal-hal yang masih belum terjangkau nalar akal manusia ssaat sekarang untuk kebutuhan kedepan, disebabkan keterbatasan kemampuan dan instrumen yangg menunjang perkembangan baik.

Mencoba untuk kembali menengok sedikit sejarah yang sebagaimana yang pernah dilakukan oleh muhammad Al-Fatih sebagai contoh
pergerakan pemuda yang terus revolusioner.
Di usianya yang masih 24 tahun pada
waktu itu, ribuan kaum muslim dibawah komando dan kepemimpinanya dalam
memperjuangkan dan merebut konstatinopel.

Kebersamaaan atas rasa saling memiliki dan saling mengasihi merupakan
sebuah karakter yang harusnya tiap pemuda miliki. Apabila rasa kebersamaan dan kekeluargaan sudah terpatri di tiap-tiap sanubari para pemuda, akan menjadi lebih
mudah dalam mengentaskan beragam permasalahan yang ada seperti yang tengah
terjadi saat sekarang ini.

Pemuda Bergegas dan Bergeraklah !!!

Pemuda sebagai ujung tombak aspek kebangkitan ummat dengan pelbagai
permasalahan yang tengah terjadi, haruslah tetap senatiasa terus diarahkan ke arah
yang positif. Untuk itu, perlulah agama sebagai pondasi yang mengawali serta mendasar bagi tiap pemuda, baik secara basis pergerakan dan pengetahuan. Dalam
konsep negara Integralistik, peranan agama-agama diakui dan dilindungi, bahkan
diakui untuk dijadikan acuan dan sumber dalam mencari sistem nilai bagi suatu negara. Tetapi nilai-nilai itu oleh perorangan maupun organisasi-organisasi
keagamaan harus diperjuangkan dalam suatu proses yang demokratis. Misi organisasi-organisasi kemahasiswaan adalah menciptakan suatu masyarakat etis.
Khusus di lingkungan agama Islam, corak masyarakat yang sudah diatur oleh hukum (rule of law) sangat ditekankan dalam implementasinya.

Untuk itu, diperlukannya gerakan kolektif yang dalam hal ini pemuda adalah pengaganggas dari pergerakan dalam mencapai tataran konsep kenegaraan yang adil Dan Beradab.

Oleh : Mhd. Syahfriardan (Ketua Bidang Riset Pengembangan Keilmuan PC IMM KOTA MEDAN)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment