Ramadhan dan Harga Pasar

Modernis.co, Malang – Manusia tentu tidak terlepas dengan berbagai kebutuhan, baik primer, sekunder, dan kebutuhan barang mewah lainnya. Kebutuhan setiap manusia berbeda dalam tingkatan kebutuhannya sesuai strata masing-masing. Kebutuhan primer secara garis besar adalah sama, kebutuhan berupa pangan. Masyarakat dalam menjelang bulan ramadhan banyak menyerbu pasar dengan tujuan kegiatan pemenuhan kebutuhan bahan pokok.

Kebutuhan belanja merupakan langkah dalam persiapan bulan suci ramadhan. Pelaku usaha sendiri menyebutkan bahwa banyak faktor yang mendorong dalam meninkatkan harga pangan dan bahan pokok lainnya saat menjelang bulan ramadhan. Salah satu faktor yang sulit untuk dilakukan pengendaliannya yaitu psikologi pasar, hal ini adalah pelaku dalam pasar (pedagang).

baca juga: 5 Fakta Hiu Kencana, Korps Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Tenggelam

Pedagang sendiri yang sebenarnya pelaku dalam menaikkan harga kebutuhan pangan, karena hal ini bagi pedagang, saat hari raya islam supply akan kalah dengan demand. Sehingga saat menjelang hari raya keagamaan akan banyak masyarakat yang membeli kebutuhan bahan pokok lebih besar dari biasanya. Saat bulan ramadhan, dalam proses distribusi juga akan lebih berkurang dalam melakukan penyediaan barang.

Harga barang pokok yang akan cenderung meningkat, banyak pelaku usaha kecil kemudian berbondong-bondong membuka usahanya dengan mengganti barang dagangan menjadi barang yang banyak dicari oleh masyarakat. Sehingga melalui hal ini, pedagang banyak yang merubah harga bahan pangan menjadi lebih tinggi dari harga ketentuan pemerintah.

Banyak pedagang saat hari besar seperti ini mampu mengubah harga bahan pokok dengan sendirinya, tanpa memperoleh kebijakan harga pangan melalui pemerintah, sehingga peningkatan harga terjadi meningkat dengan cepat akibat supply barang yang terbatas, melalui proses distribusi, dan juga permintaan konsumen yang tinggi.

baca juga: 5 Tips Supaya Tidak Mudah Sakit Hati

Harga yang semakin mahal saat hari raya Islam dapat kembali disebabkan oleh permintaan dan penawaran. Banyaknya masyarakat yang cenderung melakukan belanja bahan pokok dan pangan lainnya menjadi lebih tinggi dibanding kebutuhan hari biasa. Permintaan yang tinggi mampu merupah harga jual bagi pedagang menjadi lebih mahal.

Teori tersebut mengubah harga di pasar yang terjadi menjadi lebih mahal. Karena permintaan meningkat dari masyarakat. Bulan puasa bukan berarti masyarakat menjadi berkurang dalam mengkonsumsi makanan. Pemenuhan kebutuhan pangan justru saat bulan puasa menjadi lebih beraneka ragam karena keinginan secara psikologi menjadi lebih meningkat.

Masyarakat dalam melakukan puasa cenderung memiliki keinginan atau nafsu makan yang tinggi. Hal ini banyak masyarakat yang tidak memperhatikan kecukupan dalam mengkonsumsi makanan, atau keterbatasan tubuh dalam menerima makanan. Hari biasanya, bahan pangan berupa daging bagi masyarakat kalangan bawah dianggap makanan mewah.

baca juga: 5 Cara Menghasilkan Uang Saat Pandemi

Kembali pada kebutuhan saat puasa, banyak masyarakat dari kalangan bawah, menengah, dan kalangan atas berburu baahan pokok daging-dagingan, karena masyarakat cenderung mengkonsumsi menu makanan yang lebih lezat dari hari-hari biasanya.

Kenyataan dalam lapangan, harga yang tinggi setiap daerah memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena permintaan setiap tempat juga berbeda, sehingga harga yang ditetapkan menyesuaikan dengan permintaan-penawaran dalam daerah dan pasar itu sendiri.

Pedagang saat bulan ramadhan banyak yang lebih menguasai harga pasar. Saat supply terbatas dan permintaan tinggi, maka harga akan menjadi tinggi, terlepas dengan kebijakan pemerintah yang mengupayakan dalam melakukan stabilitas harga saat menjelang bulan ramadhan, tujuan pemerintah agar masyarakat tetap melakukan pemenuhan kebutuhan tanpa khawatir harga bahan pangan yang tinggi saat bulan suci ramadhan.

Oleh: Karisma Tri Azmi, Mahasiswi S2 UMM.

Redaksi
Redaksi

Mari narasikan fikiran-fikiran anda via website kami!

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment