Peran Dosen dalam Pengembangan Berpikir Kritis

Modernis.co, Lamongan – Mahasiswa termasuk dalam periode remaja akhir menuju periode dewasa. Maka untuk mencapai itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan mengembangkan salah satu karakteristik kemampuan berpikir orang dewasa, yaitu berpikir secara kritis. Kemampuan berpikir kritis dapat membantu seseorang untuk melakukan pemecahan terhadap masalah-masalah di sekitar lingkungan hidupnya. Berpikir kritis yaitu kemampuan memperoleh dan mengakses informasi dalam upaya untuk menganalisis secara objektif suatu argumen dan mengembangkan secara rasional.

Supaya memiliki kemampuan pemecahan masalah sosial budaya yang kontroversial, mahasiswa sebagai generasi muda perlu memiliki kecakapan hidup berpikir kritis. Kecakapan hidup itu dapat dikembangkan dalam institusi pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Mahasiswa yang memiliki kecakapan hidup berpikir kritis memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran dan mengajukan argumen kritis terhadap masalah-masalah yang salah yang ada dalam masyarakat, memiliki kemampuan mengajukan alternatif pemecahan masalah dan mampu mengembangkan sikap kritis terhadap masalah sosial budaya yang ada dalam masyarakat.

Secara ideal bagi mahasiswa tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Fenomena menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa kurang memiliki kecakapan hidup ini. Ini dapat dilihat  dari lemahnya respon kritis sebagian mahasiswa dalam menanggapi masalah-masalah kontroversial yang ada di lingkungan masyarakat. Salah satu faktor penyebab mahasiswa tidak mampu mengembangkan berpikir kritis yaitu dosen tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang metode pembelajaran yang relevan.

Lembaga pendidikan mempunyai peran strategis dalam pengembangan berpikir moral tingkat tertinggi. Lembaga pendidikan memiliki tugas menciptakan lingkungan yang memfasilitasi mahasiswa berpikir independen dan mengembangkan penalaran berbasis pada prinsip-prinsip terapan. 

Melalui pengalaman diskusi kritis dengan beragam posisi, mahasiswa memahami keberadaan  konsep-konsep yang luas dalam isu-isu kontroversial dan memecahkan masalah-masalah yang bersifat dilematis berdasar presentasi bukti pendukung, pengajuan argumentasi dan pertimbangan sudut pandang alternatif. Perilaku partisipasi aktif mahasiswa dalam diskusi tentang isu-isu kontroversial diperlukan agar mereka mampu mengembangkan pola berpikir kritis.

Sikap mahasiswa dapat diketahui melalui pengetahuan, nilai, ekpresi dan penyesuaian diri. Hasil ini mendukung teori fungsional tentang beberapa fungsi sikap. Sikap mahasiswa mempresentasikan beberapa fungsi sikap, yaitu fungsi pengetahuan, ekspresi, nilai dan penyesuaian diri.

Fungsi pengetahuan ditunjukkan oleh mahasiswa melalui pengetahuan isu-isu kontroversioal dan metode diskusi sebagai instrumen pemecahan masalah yang relevan. Fungsi penyesuaian diri dalam sikap mahasiswa adalah sikap yang berhubungan dengan cara pencapaian tujuan mahasiswa  untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui diskusi isu-isu kontroversial.

Sikap mahasiswa  setuju terhadap penggunaan diskusi isu-isu  kontroversial dapat dilihat dari fungsi penyesuaian diri karena, melalui sikap tersebut, mereka terbantu untuk mencapai tujuan ideal mahasiswa  sebagai manusia yang memiliki karakteristik kompetensi berpikir kritis.

Mahasiswa memiliki sikap favourable atau setuju terhadap penggunaan metode diskusi isu-isu kontroversial dalam perkuliahan. Sikap favourable mahasiswa terhadap penggunaan diskusi isu-isu kontroversial didasarkan atas evaluasi subjektif mahasiswa terhadap pengetahuan tentang isu-isu kontroversial, kesesuaian metode diskusi untuk pengembangan berpikir kritis, peran dosen dalam diskusi, partisipasi mahasiswa, pemecahan masalah dalam diskusi, dan manfaat diskusi isu-isu kontroversial.

Perguruan tinggi hendaknya lebih mengembangkan dan mengimplementasikan metode pembelajaran aktif, termasuk diskusi isu-isu kontroversial. Untuk mengembangkan berpikir kritis dalam diri mahasiswa. Pengembangan dan implementasi dapat dilakukan melalui penelitian dan pelatihan metode pembelajaran aktif kepada dosen, kepada mahasiswa dan kelompok-kelompok penunjang pendidikan yang relevan.

Sikap positif mahasiswa terhadap kesesuaian metode diskusi untuk pengembangan berpikir kritis dan peran dosen dalam diskusi mengarah kepada saran  agar dosen lebih mengembangkan dan mengimplementasikan metode pembelajaran aktif, termasuk diskusi isu-isu kontroversial, untuk mengembangkan berpikir kritis dalam diri mahasiswa. Implementasi diskusi-diskusi ini, dosesn perlu memfasilitasi mahasiswa dengan pemberian akses informasi yang cukup kepada mahasiswa terkait isu-isu yang akan didiskusikan.

Oleh: Fathan Faris Saputro (Founder Rumah Baca Api Literasi)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment