Pemuda dan Harapan Pertanian Masa Mendatang

Modernis.co – Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang menentukan negara masa mendatang. Pemuda berperan penting dalam terciptanya kemerdekaan dan penerus kekuasaan di Indonesia. Tanpa pemuda yang bertekad memajukan negara, maka negara akan tertinggal dan terbelakang. Semangat pemuda dapat diimbangi dengan penanaman jiwa persatuan dan menjunjung tinggi kesejahteraan bangsa dan negara.


Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang biasa dikenal sebagai negara maritim karena sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Kondisi tanah yang subur juga dimiliki oleh Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis yang memiliki curah hujan dan cahaya matahari yang cukup.


Kekayaan alam Indonesia menghasilkan bermacam-macam sayur-sayuran dan buah-buahan yang melimpah serta memiliki biota laut dan ikan laut yang beragam. Kekayaan alam tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga negaranya secara bijak dan dilestarikan tanpa mengekspoilatsi alam secara berlebihan yang dapat menimbulkan kerusakan.


Indonesia sebagai negara agraris memiliki sebagian besar penduduk yang menggantungkan hidupnya sebagai petani dan bercocok tanam sebagai sumber penghasilan utama. Kenyataan yang terjadi saat ini yaitu pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa merasa enggan untuk bertani. Lantas bagaimanakah nasib pertanian di Indonesia pada masa mendatang?


Alasan yang melandasi keengganan pemuda di Indonesia untuk ikut andil bergerak sebagai petani yaitu harga hasil pertanian yang terkadang anjlok karena adanya kebijakan impor oleh pemerintah atau kegagalan panen sebab cuaca yang tidak menentu.


Peristiwa ketidaksesuaian harga hasil pertanian dapat merugikan petani karena biaya pertanian yang lebih mahal daripada harga jual produk. Hal tersebut dapat menimbulkan pemikiran lebih baik mencari sumber penghasilan pada bidang yang lebih menjanjikan dan meninggalkan kebiasaan bertani.


Perpindahan penduduk desa ke kota-kota besar guna merantau dan mengadu nasib juga merupakan salah satu bentuk keengganan pemuda untuk meneruskan pertanian di desanya. Alasan lainnya yaitu terkadang orangtua yang menjadi petani tidak mau anaknya mengikuti jejaknya karena berharap anaknya lebih sukses dengan tidak mengikuti jejak orangtuanya sebagai petani.


Keengganan pemuda untuk berkecimpung dalam dunia pertanian harus mendapat perhatian lebih demi keberlanjutan pertanian di Indonesia. Sejatinya produk pertanian impor dapat mengatasi permasalahan pertanian karena terkadang memiliki harga yang lebih murah daripada hasil pertanian lokal asal Indonesia sendiri.


Pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri tanpa ketergantungan dengan impor dari negara lain lebih baik dilakukan oleh Indonesia. Apalagi dengan kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah tidak menutup kemungkinan bahwa seharusnya Indonesia mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan negaranya.


Perlu adanya tindakan untuk membangun semangat dan motivasi pemuda Indonesia supaya berminat dan tergerak serta mau melanjutkan pertanian di daerahnya. Adanya semangat dan motivasi tersebut diharapkan pertanian di Indonesia kedepannya dapat memiliki teknologi-teknologi terkini yang canggih sehingga dapat memudahkan kegiatan petani dalam dunia pertanian.


Pemuda yang memiliki semangat dan motivasi yang tinggi diharapkan dapat menciptakan terobosan-terobosan baru yang dapat menunjang sektor pertanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai sektor unggul dan menjanjikan.


Kedepannya pertanian di Indonesia diharapkan dapat maju dan tidak kalah bersaing dengan negara lain sehingga pertanian di Indonesia dapat menjadi salah satu sektor yang mampu menopang perekonomian negara.

Kemandirian dalam sektor pertanian kedepannya dapat menciptakan ketahanan pangan sehingga terhindar dari kondisi krisis pangan dan dapat meraih swasembada pangan.

Oleh: Mutammimatur RR, Mahasiswa Magister Agribisnis DPPS Universitas Muhammadiyah Malang

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment