Pembelajaran Tatap Muka di Era Pandemi: Persyaratan dan Penerapanya

Modernis.co, Malang – Diawal pandemi Covid-19, pemerintahan menerapkan prinsip memproritaskan kesehatan dan keselamatan dalam penyelenggaraan pendidikan dengan mempertimbangkan tumbuh kembang anak dan hak anak selama pandemi. Kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas secara bertahap mulai dilakukan untuk kembali meningkatkan kualitas belajar agar maksimal dan lebih terukurnya hasil.

Penutupan sekolah pada masa pandemi yang dialihkan dengan pembelajaran daring setelah lebih dari satu tahun ternyata menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap peserta didik, seperti hilanganya semangat belajar, tidak tercapaiannya pembelajaran, penurunan kemampuan siswa, kedisiplinan dan tanggung jawab tugas sekolah dikerjakan oleh orang tua.

Melihat pernyataan ini, membuka kembali sekolah tatap muka ditengah situasi pandemi yang belum berakhir menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu pemerintahan memutuskan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pemerintahan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri mengizinkan sekolah untuk kembali menyelengaraan pembelajaran tatap muka. Pada Juli 2021. Namun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hanya dilaksanakan dibeberapa daerah yang memiliki zona hijau yang bebas dari Covid-19.

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makari, mengumumkan sekolah dapat dibuka kembali dalam melakukan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran 2021/2022 dengan menerapkan protokol kesehatan. Nadiem Makarim mengkhawatirkan kondisi yang terlalu lama menjalani sekolah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat para peserta didik ketinggalan pembelajaran atau learning loss.

Memperbolehkan peserta didik kembali ke sekolah dengan pembelajaran tatap muka terbatas. Tentu, pelaksanaannya pembelajaran tatap muka perlu dilakukan secara hati-hati. seluruh siswa dan pendidik termasuk karyawan lainnya harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

Yang terpenting dari penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah harus berdasarkan (SKB) 4 Menteri. Yaitu wajib memenuhi syarat daftar periksa. Yang diantaranya mewajibkan ketersedianya sarana prasarana, sanitasi atau toilet sekolah yang bersih dan layak pakai, adanya sarana cuci tangan dengan air mengalir, melakukan penyemprotan secara berkala, kondisi kelas harus memperhatikan jarak minimal 1,5 meter, memakai masker membawa hand sanitizer, warga satuan Pendidikan harus dalam kondisi sehat, serta dilarangnya melakukan kegiatan yang berpotensi menjadi kerumunan seperti kantin, olahraga dan kegiatan eksta kurikuler.

Selain sekolah yang harus memenuhi persyaratan dari pemerintah, peserta didik pun juga harus memenuhi persyaratan seperti. Kondisi badan harus dalam keadaan sehat, sudah mendapatkan vaksinasi, dan mendapatkan izin orang tua dibuktikan didalam surat pernyataan.

Setelah semua persyaratan dan kewajiaban dapat terpenuhi maka sekolah dapat dibuka untuk pembelajaran tatap muka kembali sesuai dengan protokol kesehatan. Tetapi, tentu saja semua itu tidak langsung berjalan dengan apa yang kita semua harapkan. Dimana pendidik harus memulai menumbuhkan kembali penurunan kemampuan siswa yang terhenti akibat pandemi Covid-19.

Dalam Pendidikan tatap muka, tentu saja pendidik maupun peserta didik mulai beradaptasi kembali untuk menjalankan pembelajaran. pendidik memiliki peranan yang sangat penting, untuk memulihkan penurunan pembelajaran terhadap siswa akibat pandemi Covid-19. Yang mana perkembangan siswa tidak harus selalu mengacu kepada standar kurikulum. Melainkan juga berperan baik dalam membangun karakter serta kesenangan anak agar mentalnya siap dan tidak membebani psikologi anak.

Dengan adanya peranan pendidik sebagai pembimbing dapat membantu peserta didik dalam beradaptasi setelah sekian lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka, terutama bagi pada peserta didik yang baru memasuki dunia sekolah, yang mana peserta didik di kagetkan dengan sistem pembelajaran yang sebelumnya belum pernah dijumpainnya. Sehingga peranan pendidik sangat dibutuhkan

Semoga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat terus dilaksanakan serta pandemi Covid-19 dapat segara berakhir dan kita semua dapat menjalankan aktifitas dengan normal kembali.           

Oleh: Alivia Hana Rafifah, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment