P2KM UIN Jakarta Gelar Diskusi Serial Perdana Bertajuk Islamic Communication

Modernis.co, Tanggerang Selatan – Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) UIN Jakarta menggelar Diskusi Serial Perdana bertema “Islamic Communication: Paradigma Baru Integrasi Keilmuan Dakwah dan Komunikasi. Seminar yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (2/6) turut menghadirkan Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta Andi Faisal Bakti sebagai pembicara utama. 

Dakwah Islam secara akademis sejatinya dapat diintegrasikan

dengan ilmu komunikasi menjadi ilmu komunikasi Islam atau Islamic Communication. Perpaduan dua keilmuan ini menjadi paradigma baru dalam hal menyampaikan pesan-pesan atau gagasan. 

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menjelaskan bahwa semua ilmu merupakan bersumber dari Allah sehingga bisa disatukan dan dikaitkan satu sama lain bukan hanya antar keilmuan bahkan multi keilmuan. Integrasi dalam hal ini ialah menggunakan keilmuan yang sudah ada dan bukan keilmuan yang baru. 

“Menambahkan suatu ayat dalam keilmuan merupakan sumber yang valid bila dikaitkan dengan era modern seperti sekarang ini,” terang Amany saat memberi sambutan di diskusi perdana ini pada Selasa (2/6). 

Bakti berpandangan bahwa konsep dakwah

sebagai komunikasi Islam. Menurutnya, keilmuan dakwah sudah semestinya dikembangkan dengan mengintegrasikannya dengan ilmu komunikasi. Dakwah dengan pendekatan keilmuan komunikasi diharapkan dapat memudahkan para da’i dalam menyampaikan pesan pesan keislaman. Terlebih di era digital seperti saat ini.

Pandangan ini Bakti sampaikan melalui seminar yang diselenggarakan oleh P2KM UIN Jakarta. Diskusi Serial Perdana yang digelar secara virtual ini bertajuk : “Islamic Communication: Paradigma Baru Integrasi Keilmuan Dakwah dan Komunikasi”. 

“Para ilmuwan dakwah harus memahami konteks budaya yang sedang berkembang saat ini. Sehingga dakwah menjadi relevan dan diterima oleh publik baik saat offline maupun online,” terang Bakti. 

Direktur Eksekutif P2KM UIN Jakarta Deden Mauli Darajat mengatakan, P2KM merupakan pusat pengkajian keilmuan Komunikasi dan Media. Kali ini P2KM melaksanakan diskusi serial perdana dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya pada kajian komunikasi Islam. Integrasi keilmuan dakwah dan komunikasi dirasa belum cukup dan maksimal. Dengan demikian, P2KM terpanggil dan termotivasi untuk mengembangkan integrasi ilmu dan Islam ini.

“Kami berharap langkah awal ini bagian dari pengembangan keilmuan dakwah dan komunikasi yang coba kami tawarkan kepada publik. Sehingga kami berharap pengembangan keilmuan ini bisa dilakukan oleh siapa saja terlebih civitas akademika yang mendalami keilmuan dakwah dan komunikasi,” ujar Deden yang sekaligus  juga menjadi moderator di diskusi kali ini. 

Lebih lanjut, Deden berharap P2KM UIN Jakarta akan melakukan diskusi bulanan dengan tema yang berbeda tentunya. Adapun antusiasme publik yang daftar untuk mengikuti acara ini luar biasa. Bahkan, kata Deden lebih dari 600 orang yang ingin mengikuti diskusi kali ini. Sementara, peserta yang antusias berpartisipasi bukan hanya dari civitas akademika UIN Jakarta, melainkan dari berbagai kampus dan institusi dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya dari Aceh, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi Selatan. (MR)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment