Menurunnya Kewaspadaan Masyarakat di Masa New Normal

Modernis.co, Malang – Sejak adanya virus Covid-19 yang pertama kali mewabah di China Desember tahun lalu sampai menyebar ke berbagai negara-negara di dunia, virus ini telah menimbulkan banyak sekali kerugian dan berdampak juga ke semua bidang, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan masi banyak lagi.

Organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization) telah menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global. Banyak negara yang menerapkan lockdown untuk menghentikan segala aktivitas keluar maupun yang akan masuk kedalam negri termasuk Indonesia.

Di daerah-daerah juga diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mana masyarakat diminta untuk beraktivitas di dalam rumah dan mengurangi kegiatan diluar rumah. Setelah banyak pertimbangan akhirnya pemerintah menjalankan new normal.

New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap melakukan aktivitas normal dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Secara sederhana, new normal ini hanya melanjutkan kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dilakukan saat diberlakukannya karantina wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Seiring berjalannya PSBB banyak pro dan kontra yang ditimbulkan, akhirnnya pemerintah menjalankan new normal. Dengan diberlakukannya new normal kita mulai melakukan aktifitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah, yaitu memakai masker bila keluar dari rumah, sering mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak serta menghindari kerumunan orang untuk mencegah penularan virus corona.

Sejak mewabahnya Covid-19, guna menghindari terjadinya penularan, sebagian besar aktivitas dilakukan melalui daring (online) seperti kegiatan rapat yang selama ini dilaksanakan bersama-sama dalam suatu ruangan, sekarang menggunakan aplikasi Zoom, begitu juga dengan aktifitas belajar mengajar.

Tatanan kehidupan baru, bisa dilakukan setelah adanya indikasi penurunan kurva penyebaran angka Covid-19 menurun. Tersedianya fasilitas kesehatan yang mumpuni dan pengawasan yang ketat. Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menghadapi new normal di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah sendiri sudah memberikan panduan dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor HK 01.07/MENKES/328/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi Covid-19.

Ada beberapa tindakan yang harus dilaksanakan oleh manajemen maupun pekerja apabila menetapkan pegawainya untuk kembali bekerja di kantor, mulai dari berangkat kantor, tiba di kantor, hingga pulang ke rumah harus mematuhi semua protokol kesehatan.

Bagi perkantoran yang telah menerapkan new normal di tempat kerja, protokol kesehatan juga seharusnya dilaksanakan, diantaranya adalah melakukan pengukuran suhu tubuh di pada saat memasuki ruangan tempat kerja, mewajibkan semua pegawai menggunakan masker selama di tempat kerja, larangan masuk bagi pegawai yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tak henti-hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami protokol kesehatan yang harus dilakukan dimanapun kita berada, baik di rumah, di kantor, di sekolah, tempat ibadah termasuk tempat-tempat keramaian umum seperti pasar dan mall.

Tujuan dari new normal ini adalah agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19 di tengah masa pandemi tetapi banyak juga masyarakat yang salah mengartikan new normal ini. Mereka salah mengartikan new normal menjadi kembali normal, banyak masyarakat yang mulai menurunkan kewaspadaan terhadap virus ini.

Mereka mulai menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi tidak menjalankan protocol kesehatan bahkan kegiatan tahlil pun sudah diadakan yang mana kegiatan tahlil itu mengumpulkan banyak orang dan lebih parahnya lagi mereka melakukan kegiatan tahlil tanpa berjarak.

Inilah yang harus ditindak lanjuti lagi dari pemerintah untuk memahamkan kepada masyarakat tentang arti sebenarnya new normal itu. Semoga dari artikel ini masyarakat juga lebih memahami arti sesungguhnya new normal.

Oleh : Raihan Khalid Widyantama Putra (Mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment