Manajemen Strategi Perspektif Islam dalam Perusahaan

manajemen strategi

Modernis.co, Depok – Manajemen strategi adalah sebuah proses untuk menjalankan sebuah perusahaan dan yang akan mengatur semua aktifitas perusahaan yang dijalankan. Dengan manajemen ini perusahaan tersebut akan mengetahui arah, gerak, langkah, dan tujuan perusahaan. Didalam islam juga sudah diatur sedemikian rupa, dalam perspektif Islam manajemen diistilahkan dengan kata at-tadbir (pengaturan).

Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surah  As-Sajadah ayat 5. Artinya : “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam suatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”. (As-Sajadah: 5). Dari ayat ini kita dapat mengambil ‘ibroh, bahwasanya Allah sudah mengatur seluruh alam jagat raya ini, dan ini merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

Dalam perspektif Islam tahapan manajemen ini ada  4, yaitu perencanaan (ahdaf), pelaksanaan (tatbiq), evaluasi (muhasabah), dan pengawasan (ar-riqobah). Perencanaan (ahdaf) merupakan sesuatu yang ada sebelum menjalankan sebuah perusahaan atau organisasi dan lainnya. Karena tanpa adanya perencanaan (ahdaf), maka sebuah perusahaan atau organisasi tersebut tidak akan terarah dan tidak mengetahui tujuannya apa.

baca juga: Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja

Maka di dalam perusahaan perencanaan (ahdaf) harus ada, agar perusahaan tersebut mengetahui arah, gerak, langkah, dan tujuan yang hendak dicapai. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Hasyr ayat 18.  Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang direncanakan untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (yang direncanakan)”.

Pelaksanaan (tatbiq) merupakan sesuatu yang wajib ada dalam menjalankan sebuah perusahaan. Dan di sini dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu memajukan perusahaan, dengan cara training anggota perusahaan tentang manajemen strategi yang baik, supaya anggota perusahaan bisa mengimplementasikan manajemen strategi yang bisa membuat perusahaan menjadi unggul.

Ini sesuai dengan firman Allah swt dalam surah Shaad ayat 26. Artinya : “Hai Daud, sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah SWT. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang sangat berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”.

Dari ayat ini kita bisa mengetahui, bahwa seorang pemimpin perusahaan haruslah menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan syariat Islam. Agar perusahaan yang dijalankan tidak hanya berorientasi dunia saja, melainkan berorientasi akhirat juga.

baca juga: Kedaulatan Investasi dalam Bungkus Laut Natuna

Evaluasi (muhasabah), setelah perencanaan dan pelaksanaan munculah evaluasi, karena evaluasi ini sangatlah penting dalam sebuah perusahaan. Dengan adanya evaluasi, maka perusahaan yang sudah direncanakan dan dilaksanakan, harus mengetahui apakah perusahaan tersebut sudah berjalan dengan baik, apakah perusahaan tersebut sudah mencapai target, apakah perusahaan tersebut sudah menghasilkan profit sesuai yang direncakana dll.

 Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Hasyr ayat 18. Artinya : “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang ia perbuat untuk esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha menegtahui apa yang kamu kerjakan”. Dari ayat ini kita dapat isyarat, bahwa  siapa yang lupa muhasabah diri, dia akan kecanduan dan terlena dalam melakukan maksiat.

Yang terakhir pengawasan (ar-riqobah), pengawasan ini bertujuan agar pengimplementasian manajemen strategi berjalan sesuai dengan prosedur. Hasilnya akan menjadi saran perbaikan dan penyempurnaan perusahaan untuk pengimplementasian manajemen strategi berikutnya.

baca juga: Menyoal Peran Pengawasan BPK Pacitan

Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Infithaar ayat 10-12. Artinya : “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu). Yang mulia (disisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereke mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dari ayat ini kita dapat ‘ibroh, setiap apa yang kita kerjakan selalu ada yang mencatat, pekerjaan yang baik maupun itu tercela. Maka pengawasan dalam perusahan sangatlah berperan penting, untuk mengetahui apa yang belum maksimal dalam menjalankan perusahaan tesebut.

Oleh : Syukur Penerangan Hasibuan (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment