Mahasiswa Cilegon Tanggapi Pernyataan HMB Jakarta

Modernis.co, Banten – Mahasiswa Guyonan merasa lucu melihat pernyataan dari mahasiswa Cilegon yang menanggapi pernyataan HMB Jakarta. Sebelumnya HMB Jakarta melaporkan Kapolda Banten ke Divisi Propam Mabes Polri terkait tidak kondusifnya pantai Anyer Banten selama PPKM.

Mahasiswa asal Kabupaten Serang, Rafy menilai tanggapan dari mahasiswa Cilegon itu seperti guyonan. Menyayangkan identitas mahasiswa yang karismatik, tapi sikap kritisnya terjual.

“Saya menganggap pernyataan mahasiswa Cilegon tentang HMB Jakarta seperti guyonan. Mahasiswa kok seperti bukan mahasiswa. Yang seharusnya memiliki sikap kritis terhadap kebijakan penguasa, control social, ini malah merapat ke penguasa. Kadang saya mempertanyakan, ini mahasiswa gerakan atau kacung penguasa?,” kata Rafi

“Mirisnya mereka bawa-bawa atribut PMII, GMNI, dan HMI. Padahal saya juga banyak teman dari kalangan Cipayung, mereka keren dan kritis. Tapi yang di Cilegon ini kaya ada yang aneh,” tambah Rafi

Aktifis asal Kota Serang, Pratama, menilai mahasiswa Cilegon gagal faham melihat kondisi Banten hari ini.

“Kalau bicara apresiasi ya boleh saja mengapresiasi. Tapi saya menilai problematikan yang digaungkan oleh HMB Jakarta adalah murni kekhawatiran terhadap penyebaran Covid-19, dan itu sah dikatakan di negara yang demokratis ini. Seharusnya mereka tidak menilai Polda Banten peringkat berapa. Kalau kita melihat sejauh mana keberhasilan menangani Covid-19, justru Indonesia adalah masuk catatan negara paling buruk dalam menangani Covid-19. Hal itu terlihat dari laporan ketahanan terhadap Covid-19 yang dibuat oleh Bloomberg pada 27 Juli 2021. Kemudian, melihat tugas Polri yaitu mengamankan, menertibkan dan pengetatan. Dengan track record Indonesia yang buruk, tentu ada yang salah dalam pelaksanaan penanganan virus Covid-19,” kata Tama

“Jadi kalau melihat peringkat Indonesia menangani Covid-19. Harusnya mereka menilai bukan baik dari yang terbaik. Melainkan buruk dari yang terburuk,” tambah Pratama

Selanjutnya Tama juga mempertanyakan jiwa-jiwa kritis sebagai seorang mahasiswa.

“Yang saya pertanyakan sebagai mahasiswa semester 3, mahasiswa suka guyon, adalah letak jiwa-jiwa kritis sebagai seorang mahasiswa. saya gak ngerti lagi, ini mahasiswa lagi masuk angin atau gimana. Jangan tersinggung yaa dengan pernyataan saya, saya cuma mahasiswa yang suka guyon yang lucu melihat tanggapan kalian ini. Mahasiswa kok mau diadu domba dengan mahasiswa,” pungkas Tama. (KM)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment