Mahasiswa Baru Tanggapi Laporan HIMPALKA: Tidak Substansial

Moderrnis.co, Malang – Beberapa mahasiswa baru yang berasal dari Kabupaten Serang menilai tindakan HIMPALKA melaporkan ketum HMB Jakarta ke Polres Cilegon merupakan gerakan cari sensasi.

Menurutnya yang dilaporkan oleh HIMPALKA terhadap ketum HMB tidak mendasar dan tidak substansial. “Kalau kita baca rilisnya, laporan mereka (HIMPALKA) tidak substansial dan tidak ada hubungannya dengan apa yang lakukan oleh kakak-kakak HMB Jakarta. Pasalnya HMB Jakarta Cuma ingin mengevaluasi kinerja Polda Banten,” kata Sanwani

Selain itu, lanjut Sanwani, kebijakan PPKM adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat melalui surat Instruksi Menteri Dalam Negeri. Bukan HMB yang buat. Kalau HIMPALKA merasa keberatan dengan kebijakan PPKM, harusnya protes ke Mendagri, bukan ke HMB Jakarta.

“Kebijakan PPKM kan yang buat pemerintah pusat, laah kenapa mereka malah protes ke HMB Jakarta. Kemudian curiga saya, jangan-jangan yang melaporkan dari pihak HIMPALKA tidak baca aturan PPKM, atau mungkin tidak faham. Padahal jelas, di aturan PPKM itu wisata boleh dibuka, UMKM juga boleh dibuka. Cuma persoalannya adalah bagaimana pihak yang berwenang dapat menertibkan aturan PPKM secara maksimal. Toh itu demi keselamatan masyarakat Banten. Keselamatan rakyat di atas segalanya,” ujar Sanwani

Dalam kesempatan yang sama, Aan menilai pernyataan yang dibangun oleh HIMPALKA tidak ada relevansinya dengan apa yang dilakukan oleh HMB Jakarta.

“Mereka kan gatau apa-apa tentang gerakan HMB Jakarta, jadi maklum ajalah. Kalau saya baca, itukan aduannya pake pasal ‘keonaran’ tapi pernyataan mereka ke media malah bahas keresahan. Semenjak kapan di KBBI onar berarti resah”ujar Aan

“Padahal sedikit banyaknya saya tau organisasi di Serang-Cilegon mana yang gerakannya timbul di permukaan, saya akui mereka keren, baik primordial maupun Cipayungnya. Tapi kalau HIMPALKA saya ga kenal,”tambah Aan

Aan juga menyayangkan sikap kritis mahasiswa dianggap onar. “Berlebihan jika kritisme mahasiswa dianggap onar. Kalau kita lihat delik hukumnya, bisa saja ketum Fahri melaporkan balik, cuma Tum Fahri mana mau urus hal-hal kaya gitu,”pungkas Aan

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment