Kolaborasi dalam membangun Ekonomi Indonesia

Modernis.co, Malang – Meredanya wabah pandemi Covid-19 di Indonesia, apakah kondisi ekonomi kita bisa bangkit kembali ?. Meskipun hal ini masih menjadi tanda tanya besar bagi warga Indonesia dan seluruh dunia. Kita sebagai warga negara yang memiliki mental serta moral, sedih rasanya jika kita putus asa pada keadaan sekarang ini.

Disamping banyaknya sektor pariwisata dan usaha yang tutup dan terhambat akibat dari dampak virus Covid-19 , di situasi sekarang ini peran ide dan gagasan cerdas sangat diperlukan oleh pelaku-pelaku usaha. Minimal ide dan gagasan tersebut mampuh untuk memotifasi agar usaha mereka tetap bisa bertahan dan kebal terhadap krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

Kolaborasi ekonomi sebagai sebuah konsep ekonomi baru yang digunakan merupakan jalan yang terbaik untuk diambil di konesi sekarang ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari US – ASEAN Business Council yang mewakili 39 korporasi besar berskala global yang berbasis di Indonesia, Singapura, Hongkong dan Amerika Serikat secara virtual. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada potensi kerja sama yang dapat dilakukan untuk mempercepat Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN).

Oleh karenanya, konsep ekonomi berbasis kolaborasi harus terus di kembangkan, dikarenakan factor utama dari terciptanya keseimbanagan ekonomi, tercipta jika para pelaku usaha bisa mengkolaborasikan usahanaya . Memang jika kita lihat dan pikirkan secara skilas ,untuk mengembangkan konsep ekonomi berbasis kolaborasi ,akan tidak efektif jika dihadapkan pada persoalan dukungan modal dan sumber pembiayaaan. Hal ini bukan tanpa alasan, situasi dan kondisi pandemi seperti sekarang ini terkadadang membuat para pelaku usaha binggung menentukan keputusan apa yang harus diambil demi kelangsungan usahanya.

Situasi dan kondisi pandemi seperti sekarang ini, selain membuat para pengusaha kebinggungan juga membuat mereka tertekan secara mental. di mana mereka harus memaksa usahanya untuk tetap beroprasi ditenggah-tenggah pandimi walaupun profit yang dihasilkan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk oprasi. Oleh karenanya , diperlukan kolaborasi antar subsektor ekonomi lain serta mental yang kuat.

Menko ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan,Pemerintah pusat optimistis dapat mencapai angka pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,7 hingga 4,5 persen di tahun 2021 dan di kisaran 5 hingga 5,5 persen di tahun 2022. Sementara Pemprov Jateng memproyeksikan ekonomi Jateng pada tahun 2021 akan bertumbuh pada kisaran 3,8 hingga 4,8 persen. Sudah saatnya kita tidak dibayang-bayangi kebinggunan untuk bertahan mempertahankan kondisi bisnis.

Selain itu Pemerintah juga menambahkan bahwa “kami akan membuka kesempatan kepada para pelaku ekonomi agar terlibat dalam pengembangan korporasi agrobisnis melalui pengembangan food estate atau lahan pangan baik untuk komoditas padi atau lainnya, dan juga pengembangan energi terbarukan untuk green, blue, circular ekonomy. Singkatnya pemerinta pusat memprediksi

Kolaborasi antar subsektor ini tentunya dapat kita gunakan sebagai gerbang utama untuk mendapatkan kembali sumber penghasilan. Walaupun kolaborasi ini hanya bertahan untuk sementara waktu saja , atau bahkan hingga mengalami kegagalan.

Selain pengembangan kolaborasi antar subsektor, diperlukan juga kesadaran yang tinggi dari para pelaku subsektor itu sendiri. di mana untuk menumbuhkan kesadaran tersebut diperlukan budaya saling tolong-menolong , rasa empati, serta gotong royong antar sektor yang memiliki kondisi yang sama. Nilai-nilai seperti inilah yang sedang sangat dibutuhkan,bukan hanya dalam kondisi/situasi seperti saat ini saja, namun haruslah menjadi prinsip dalam jiwa dan menjadi identitas kita sebagai para pelaku usaha ekonomi yang sama-sama berjuang demi terciptanya kondisi ekonomi yang stabil.

Mungkin masih banyak para pelaku usaha yang enggan melakukan hal tersebut terutama jika konsisi ekonomi perusahaannya dalam kondisi stabil atau bahkan untung, oleh karenanya penanaman nilai nilai kemanusiaan tadi diharapkan mampuh untuk menolong para pelaku usaha lain yang sama sama sedang berjuang menghadapi permasalahan yang terjadi saat ini.

Ibarat kata kita adalah sesosok pahlawan, di mana kita siap membatu manusia yang sedang mengalami kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya. Dan alangkah baiknya kita yang masih memiliki kondisi ekonomi yang cukup baik turut serta membatu para pelaku usaha lain yang sedang kesuitan modal pembiayaannya . Ataupun sebaliknya, dengan kita salimg membantu satu sama lain akan mencutak suatu kodisi perekonomian yang efektif dan stabil.

Marilah kita para pelaku ekonomi untuk bersatu dan saling menguatkan rekan kita yang saat ini sedang membutuhkan modal pembiayaan usaha, diharapkan dengan hal ini para peaku ekonomi dapat saling berkolaborasi serta memiliki komitment untuk bangkit bersama.

Jika dilihat Berdasarkan realitas yang ada, tidak menutup kemungkinan masih banyak orang-orang diluar angsana yang masih memiliki sumber permodalan yang cukup berlimpah , namun mereka dibingungkan dengan bagaimana untuk mengoptimalkan modal yang di miliki sekarang. Justru ini merupakan sebuah jalan bagi kita para pelaku ekonomi untuk saling bekolaborasi dan berkerjasama membuat sebuah konsep kolaborasi yang mana kedua belah pihak saling menguntungkan.

Kolaborasi antar subsektor ekonomi ini harus secepatnya di gaungkan kepada seluruh masyarakat dan para pelaku ekonomi, hal ini perlu dilakukan agar seluruh pelaku ekonomi memiliki kesadaran akan fungsi dari menjalin kolaborasi antar subsektor ini. Bentuk kolaborasi juga tidak harus dalam bentuk permodalan saja melainkan ada banyak bentuk lain dari kolaborasi ekonomi, sebagai contohnya adalah dengan saling mempromosikan hasil produk serta hal lain yang dirasa mampu menaikan velue dari subsektor ekonomi lain. Budaya kolaborasi ini tidak harus memulu tercipta dalam lingkungan subsektor ekonomi saja , mealinkan budaya kolaborasi ini juga bisa di terapkan di lingkungan konsumen.

Salah satu bentuk kolaborasi konsumen dalam bidang ekonomi adalah dengan mempromosikan barang dagang, yang mana tidak ada salahnya kita sebagai konsumen yang baik turut serta berkolaborasi , yang mana tidak ada salahnya kita selaku konsumen yang menggunakan barang dagang tersebut turut berpartisipasi dengan cara mempromosikan barang dagang yang kita beli kepada konsumen lain. Saat ini banyak perusahaan yang menggunkan konsumen sebagai marketing produknya. Cara ini dinilai sangat efektif ditambah lagi konsumen tersebut memiliki penggaruh besar seperti artis ,influencer,actor ternama, yang mana biasa kita kenal sebagai endorse.Budaya kolaborasi dan salaing membantu inilah yang menjadi salah satu jalan bagi para pelaku ekonomi agar tetap bisa berjuang dan tetap bertahan dikondisi ekonomi yang tidak stabil seperti saat ini.

Oleh : Mohammad Akbar Adi Setiawan (Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment