Kiat Jitu Menulis Esai

Modernis.co, Jambi – Menulis esai bukan pekerjaan gampangan. Terutama bagi kita yang belum terlatih. Terutama bagi kita yang belum akrab. Dengan dunia tulis-menulis. Namun, jangan khawatir. Usalan singkat ini menyajikan  trik-trik khusus menulis esai. Yang mungkin bisa membantu.

Apa Itu Esai?

Sebelum kita masuk ke teknis penulisan. Kita perlu pahami terlebih dahulu. Apa itu esai. Karena, kadang kita masih belum bisa membedakan secara pasti. Antara apa itu esai, artikel, atau opini.

Esai, pada umumnya lebih kepada karya tulis dengan gaya penulisan populer. Tulisan populer artinya, tulisan yang disuguhkan untuk kalangan umum. Bukan kalangan spesialis dalam bidang tertentu. Jadi, bukan gaya penulisan akademik, reportase, atau birokratik.

Apakah penulisan populer berarti lebih ringan atau mungkin tidak mendalam? Atau tidak ilmiah? Bukan begitu juga. Substansi yang dituliskan bisa saja sangat berat. Juga sangat mendalam. Ataupun sangat ilmiah. Namun, penyajiannya harus diperhatikan. Bagaimana tulisan itu bisa dipahami kalangan umum. Non-spesialis.

Artinya, penulisan populer harus menghindari. Atau paling tidak harus mengurangi istilah-istilah teknis. Yang hanya dipahami kalangan tertentu. Yang spesialis. Dan mengganti istilah-istilah teknis tersebut, dengan istilah-istilah yang dapat dimengerti kalangan umum. Tanpa mengurangi substansinya.

Adapun jika terpaksa harus menggunakan istilah teknis, harus dijelaskan pengertiannya. Hingga pembaca umum mengerti. Apa istilah yang dimaksud.

Untuk bisa disebut esai, sebuah karya tulis paling tidak harus memuat beberapa unsur. Yakni, tulisan pendek, tentang isu tertentu, menarik, memuat data, dan memuat opini. Untuk bisa disebut esai, karya tulis paling tidak harus memuat beberapa hal ini.

Jadi, apa itu esai? Esai adalah karya tulis pendek, tentang isu tertentu yang dikemas secara menarik, memuat argumen yang diolah dengan alur pikir tertentu untuk menghasilkan opini. Mungkin, ini pengertian sederhananya.

Unsur Esai

Mari kita kupas satu persatu pengertian di atas. Pertama, tulisan pendek. Pendek memang relatif. Namun, bisa kita sebut pendek, jika sebuah tulisan bisa dibaca kurang dari 10 menit. Artinya, tidak butuh waktu lama untuk membacanya.

Kedua, memuat satu isu. Esai mesti memuat hanya satu isu. Karena esai lebih mengutamakan kedalaman substansi. Esai menekankan kedalaman substansi. Baik dalam konteks data maupun argumen. Untuk memunculkan sebuah opini. Karena itu jelas. Bahwa penulisan substansi esai harus fokus.

Ketiga, menarik. Apa yang dimaksud menarik? Menarik artinya bahwa, tulisan yang kita ajukan memicu ketertarikan pembaca. Karena itu, isu yang spesifik biasanya juga berpengaruh dalam hal ini.

Keempat, menggunakan data. Esai harus memuat data. Apa itu data? Sederhanaya, data adalah deskripsi tentang sesuatu. Artinya, kita berusaha menghadirkan sesuatu secara deskriptif. Tunjukkan saja secara deskriptif, apa itu, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Meskipun pada praktiknya penyajian data tidak seketat itu.

Lima, memuat opini. Jadi, penulisan esai salah satunya adalah dalam upaya untuk menghasilkan opini. Esai harus memuat opini. Opini yang didukung dengan argumen. Argumen itu didapat dengan mengolah data yang kita ajukan.

Kiat Menulis Esai

Jadi, pada bagian sebelumnya kita sudah sedikit mendapat gambaran. Tentang apa itu esai. Yakni, karya tulis pendek, tentang isu tertentu yang dikemas secara menarik, memuat argumen yang diolah dengan metodologi tertentu untuk menghasilkan opini.

Pada bagian ini, kita akan pelajari trik-trik untuk menulis esai. Pertama, tentukan isu. Untuk memulai menulis esai. Kita perlu menentukan isu. Penentuan isu memberikan batasan. Untuk tulisan yang aka kita garap.

Isu yang kita ambil sebaiknya adalah isu yang spesifik, dan aktual. Ingat, esai hanya memuat satu isu. Bukan banyak isu. Karena itu, jelas. Isu yang kita ambil harus isu yang sangat spesifik.

Aktual bukan berarti sesuatu yang baru. Bahkan sesuatu yang lama dengan pendekatan baru bisa disebut aktual. Artinya, ada sesuatu yang baru yang hendak disuguhkan.

Kedua, buat kerangka. Setelah kita menentukan isu. Buat kerangka. Kerangka akan membantu kita dalam pengerjaan esai yang sedang kita garap. Kalau perlu tuliskan kerangkanya. Baru kemudian dijabarkan dalam bentuk tulisan lengkap.

Jika dipecah, ada beberapa bagian esai. Yakni, pembukaan, problem yang muncul, sajian data, pengolahan data untuk membangun argumen, opini yang didukung dengan berbagai argumen. Dan terakhir penutup.

Bagi penulis hebat, kerangka cukup di pikiran saja. Namun, bagi pemula, sebaiknya dituliskan. Semacam membuat content list. Ini akan sangat membantu. Mempermudah dalam pengerjaannya.

Ketiga, trik penyajian data. Dalam penyajian data bisa dilakukan dengan menuangkan dalam bentuk deskripsi. Buat pembaca terang dengan apa yang kita deskripsikan. Ini bisa dilakukan dengan menuliskan sedetail mungkin pada tulisan kita.

Di atas sudah saya sebutkan. Salah satu cara mendeskripsikan data adalah dengan memuat unsur apa itu, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Namun tidak seketat itu. Unsur ini bersifat alternatif. Bisa beberapa di antaranya saja. Namun, pada prinsipnya, penyajian data harus terang seterang-terangnya. Agar pembaca bisa memahami.

Empat, pengolahan data. Setelah data kita sajikan. Selanjutnya, data tersebut diolah. Tentu saja, pengolahan data ini bertujuan untuk menghasilkan opini. Yang akan kita tunjukkan di akhir nanti.

Pengolahan data ini lebih merupakan penafsiran penulis. Atas data yang kita sajikan. Tidak ada metodologi tertentu untuk melakukan ini. Itu sepenuhnya menjadi kebebasan penulis. Namun, pada prinsipnya, alur pikiran yang kita pakai mesti dipahami pembaca. Karena itu, buatlah alur pikiran sejelas mungkin.

Lima, munculkan opini. Ingat, salah satu tujuan penulisan esai adalah untuk memunculkan opini. Opini jelas mewakili penulis. Memang, esai bukanlah opini. Tapi, opini adalah bagian dari esai.

Ingat, opini mewakili penulis. Karena itu, penulis yang baik mesti bisa memprediksi. Bagaimana respon pembaca terhadap tulisan tersebut. Penulis hebat selalu bisa memprediksi reaksi pembaca. Kemampuan seperti ini secara otomatis akan muncul pada penulis hebat. Ketika publik membaca tulisannya. Terutama pada bagian opini.

Bagaimana membangun opini? Membangun opini bukan asal tulis saja. Tapi harus didukung dengan argumen yang kuat. Argumen tersebut didapat dari pengolahan data. Sama dengan pengolahan data. Tidak ada standar tertentu dalam mengolah argumen.

Namun, pada prinsipnya, buatlah alur pikiran yang kita sajikan jelas bagi pembaca. Dan tentu masuk akal. Rasional. Sehingga, pembaca bisa memahami alur pikiran yang kita pakai. Kualitas opini yang kita ajukan tentu sesuai dengan keluasan wawasan, kedalaman pemahaman, dan ketajaman argumen.

Enam, buat penyajian yang menarik. Ingat, esai adalah karya yang harus menarik. Bagaimana membuat karya tulis menarik? Memang tidak ada trik tertentu. Artinya, setiap penulis punya trik tersendiri. Untuk membuat tulisannya menarik.

Membuat Tulisan Menarik

Salah satu trik yang bisa dicoba untuk membuat tulisan menarik. Misalnya adalah dengan menghadirkan subjek. Buatlah tulisan itu ada subjeknya. Esai kita akan lebih menarik jika ada subjek di dalamnya.

Tokoh. Ya, hadirkan tokoh di situ. Bisa saya, dia, mereka, atau kita. Ini akan membuat pembaca sedikit banyak berdialog dengan teks kita. Dan jangan lupa, gunakan bahasa yang  cair dan luwes. Ini juga berpengaruh untuk membangun keterlibatan pembaca. Dengan teks yang kita ajukan.

Pengemasan juga berpengaruh terhadap tingkat ketertarikan. Kemaslah substansi dengan runtut dan mengalir. Sistematis. Dari awal sampai akhir. Mengalir artinya tiap paragrafnya terus bersambung dan berkaitan.

Perlu diperhatikan pula dalam penyusunan kalimat dan paragraf. Susunlah kalimat yang pendek-pendek. Jangan membuat pembaca terengah-engah. Karena kalimat yang panjang akan membuat pembaca terengah. Juga membuat pembaca umum kesusahan untuk memahami ide kalimat. Buatlah dalam satu kalimat pendek memuat satu ide yang jernih.

Begitu pula dalam penyusunan paragraf. Jangan terlalu banyak kalimat. Paragraf yang pendek-pendek akan lebih menarik bagi pembaca. Dan yang tidak kalah penting. Satu paragraf hanya memuat satu ide pokok.

Baik. Setelah kita pelajari kiat-kiatnya. Segera berlatih dan berlatih. Ingat, kemampuan menulis adalah kemampuan praktikal. Artinya, kemampuan menulis hanya bisa diasah dengan terus berlatih. Dan terakhir, semoga ulasan singkat ini bermanfaat. Selamat mencoba. []

Oleh: M. Khusnul Khuluq (Pegiat Filsafat)

sumber photo : https://pahamify.com/blog/artikel/cara-menulis-esai/

Khusnul Khuluq
Khusnul Khuluq

M. Khusnul Khuluq, S.Sy., M.H. Alumnus Jurusan Syariah Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2015. Peraih The Asia Foundation Scholarship of Master Program on Syaria and Human Right Studies.

Bagikan di

One Thought to “Kiat Jitu Menulis Esai”

  1. Anonim

    Good job, thanks for this information

Leave a Comment