Indonesia Terserah, Bukan Tenaga Medis Menyerah

Modernis.co, Malang– Penambahan kasus terinfeksi virus corona di Indonesia terus terjadi hingga saat ini. Pemberitaan dan perkembangan tentang covid-19 juga terus digencarkan di hampir seluruh media, berbagai himbauan telah diberikan dengan harapan dapat menekan penyebaran virus yang semakin meluas.

Seluruh elemen diminta untuk ikut bekerja sama dalam memerangi pandemi ini, berharap masa-masa sulit dapat cepat dilewati.

Pemerintah melalui media massa tidak henti-hentinya terus memberi himbauan kepada masyarakat untuk tetap mentaati aturan-aturan yang telah disepakati untuk kepentingan bersama.

Pada masa ini, media massa memegang peranan penting sebagai penyalur informasi kepada masyarakat agar masyarakat lebih teredukasi dan tidak melakukan hal-hal yang tidak dianjurkan.

Terhitung sudah tiga bulan sejak virus ini mulai masuk ke Indonesia dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam menanggulangi bencana ini.

Tenaga medis sebagai barisan terdepan juga sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh pihak dalam menghadapi masa-masa ini. Dalam beberapa waktu ini, pandemi yang terjadi cukup dapat merubah pola hidup masyarakat menjadi lebih bersih dari sebelumnya.

Dengan melakukan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Tidak hanya itu, saat ini masyarakat diminta untuk mengurangi kegiatan di luar dan dianjurkan melakukan kegiatan dari rumah.

Media massa juga berperan aktif dalam memberikan informasi dan perkembangan Covid-19 kepada masyarakat. Tidak hanya melalui media cetak dan televisi, namun media online juga menjadi sarana penyebaran informasi yang cukup cepat saat ini mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dalam masa ini, pemberitaan yang akurat sangatlah dibutuhkan, mengingat banyaknya informasi hoax yang beredar melalui media sosial yang hanya akan meresahkan masyarakat.

Beberapa minggu lalu, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, terjadi pelonjakan kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi. Sekitar 600 hingga 900 kasus positif setiap harinya, hal tersebut tentunya menjadi tugas yang cukup berat bagi tenaga medis.

Mereka harus bekerja lebih keras lagi. Pelonjakan yang terjadi bukan tanpa alasan, pelonggaran PSBB dan mulai dibukanya pasar dan pusat perbelanjaan menjadi salah satu penyebabnya.

Masyarakat menyerbu pasar dan pusat-pusat perbelanjaan untuk menyambut Hari Raya. Mereka tidak dapat menghilangkan kebiasaan yang telah dilakukan setiap tahunnya. Pada kondisi saat ini, hal tersebut tentu bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Perilaku yang dilakukan tersebut hanya akan memperparah keadaan.

Sesuai dengan teori fungsionalis yang mengemukakan bahwa semua bagian di masyarakat mempunyai fungsinya masing-masing dalam masyarakat. Semua bagian ini saling bekerja sama untuk membangun tatanan sosial yang stabil dan harmonis.

Jika terdapat satu elemen yang tidak memfungsikan tugasnya dengan baik, maka dapat menimbulkan ketidakteraturan di sebuah keadaan social. Pada akhirnya ketidakteraturan itu menimbulkan suatu bentuk masalah sosial.

Pelonjakan kasus positif yang terus terjadi membuat para tenaga medis kecewa. Himbauan yang telah dibuat tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Hingga pada akhirnya, para tenaga medis lewat media sosial mereka meramaikan tagar #Indonesiaterserah yang kemudian tersebar luas melalui media sosial dan media massa.

Tagar tersebut dibuat untuk mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap masyarakat yang terus memadati tempat-tempat umum dan tidak mentaati himbauan-himbauan yang ada.

Setelah tagar tersebut ramai, banyak anggapan bahwa tenaga medis mulai menyerah dari tugasnya. Padahal, hal tersebut dilakukan semata untuk meluapkan kekecewaan bukan menyerah akan keadaan.

Mereka telah bekerja cukup keras selama masa pandemi ini, mereka juga manusia yang memiliki rasa lelah dan kecewa. Untuk itu, mereka mengekspresikannya lewat tagar yang dibuat.

Tidak ada sedikitpun rasa menyerah pada diri mereka, karena tenaga medis telah dibekali pendidikan mental dan jasmani yang kuat. Untuk itu, peran media massa sebagai jembatan pemberi informasi sangat diperlukan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di dalamnya.

Kerjasama dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk ikut serta dalam upaya memperbaiki kondisi Indonesia dan terbebas dari pandemi yang sedang dihadapi.

Oleh: Rosida Atiqa Jauza (Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Leave a Comment