IMM Lamongan Gelar Demonstrasi Kebijakan Pemerintah yang Merugikan Masyarakat

Modernis.co, Lamongan- Gelombang unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM masih saja terus mengalir. 

Kali ini giliran ratusan mahasiswa Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan yang tergabung dari kader IMM se Kabupaten Lamongan, yang terdiri dari PK IMM ITB AD, PK IMM Unisda, PK IMM Abu Hanifah, PK IMM STAIM, PK IMM Harun Arrasyid, PK IMM Ibnu An-Nafis, PK IMM Al Iskandariyah, PK IMM Muhammad Al Fatih dan PK IMM STIT Paciran

IMM Lamongan menggelar demonstrasi akibat naiknya harga BBM bersubsidi di depan Gedung DPRD, Senin (12/9/2022).

Para aktifis ini kemudian berorasi bergantian menyuarakan penolakannya terkait kenaikan harga BBM.

Giliran ketua perwakilan dari PK IMM Al Iskandariyah Salman Al Faruq, di awal mengatakan, wahai DPRD, dengarkan suara kami dari mahasiswa dan para buruh.

Yang hari ini kita tau. Bahwa kalian adalah wakil rakyat. Yang seharusnya setiap saat selalu peduli dengan rakyat.

“Tapi nyatanya hari ini kebijakan demi kebijakan semakin tidak jelas dan menyengsarakan rakyat,” katanya.

Lanjutnya, hari ini kita lihat bantuan sosial di masyarakat apakah tepat sasaran. “Semua peserta demonstran berteriak, tidak secara serentak,”.

Maka dari itu, kata IMMawan Salman, panggilan akrabnya, yang hadir disini. Lihat, sekarang rakyat sengsara. Kami sudah lelah sebagai rakyat dan mahasiswa, atas kebijakan pemerintah yang semakin nggak jelas.

“Benar kalian sudah duduk enak di kursi yang empuk dan tempat yang megah, tinggal mementingkan urusan rapat-rapat dan rapat, padahal ketika rapat di tinggal tidur,” ujarnya.

Tambahnya, apakah bapak ibu pejabat merasakan anaknya dengan kenaikan BBM ini, enak kalau sudah mempunyai pekerjaan yang mapan dan jelas gajinya, tapi kita yang masih menjadi mahasiswa dan tidak mempunyai pekerjaan.

Lihat, yang setiap harinya bekerja sebagai gojek, dengan naiknya BBM subsidi ini ikut sengsara.

“Itu pikirkan bapak ibu DPRD,” ungkap Salman dengan kencang.

Maka hari ini dengarkanlah orasi-orasi dari kami.

Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu buruh tani.

(Alfain Jalaluddin Ramadlan)

Related posts

Leave a Comment