IMM dan Perannya di Era Digital

Modernis.co, Lamongan – Penggunaan sarana media komunikasi saat ini telah berkembang begitu pesat seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi, saat ini sudah banyak pilihan untuk dapat menyampaikan/ mengakses informasi apalagi dengan munculnya media sosial di tengah masyarakat. Dari sekian banyak jejaring social, penggunaan Instagram paling banyak digandrungi orang karena lebih praktis, ekonomis dan murah penggunaannya.

Dengan memiliki smartphone maka kita sudah dapat mengakses informasi kapan dan di mana saja. Terlebih lagi, yang paling menarik adalah kita dapat menyampaikan informasi terkait dengan kegiatan-kegiatan kita, baik yang sifatnya pribadi maupun kelompok.

Saat pertama kali dirilis, aplikasi Instagram diunduhan oleh sekitar 10.000 pengguna hanya dalam hitungan jam. Kemudian di tahun berikutnya, jumlah unduhan aplikasi Instagram dilaporkan mencapai hingga 10 juta kali. Salah satu penulis buku tentang Instagram, Tama Leaver, mengatakan bahwa ketika pertama kali dirilis, popularitas Instagram diprediksi akan kalah dibandingkan media sosial lainnya.

Namun, dugaan itu ternyata meleset. Instagram kian populer sampai diakuisisi Facebook pada April 2012 dengan nilai 1 miliar dollar AS atau sektiar Rp 14,7 triliun apabila dikonversi dengan kurs transaksi hari ini. Pengguna Instagram membuat pesan, mengedit, menambahkan, memodifikasi tulisan, gambar dan video, grafis dan sebagainya. Semua dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Penggunaan Instagram memberikan dampak yang sangat positif terutama dalam kita  dapat mengirimkan  informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat. Instagram dapat dijadikan sarana untuk saling berbagi, saling bertukar foto, data dan dokumen lainnya. Instagram juga dapat digunakan sebagai sarana promosi dengan berbagai produk/jasa yang dapat ditawarkan kepada pengguna media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar tetapi dengan keuntungan yang berlipat ganda.

Jadi tidak heran kalau saat ini telah menjamur bisnis online melalui Instagram, bahkan di kota-kota besar penggunaan komunikasi politik melalui Instagram menjadi media yang cukup ampuh untuk mempengaruhi pasangan calon.

Namun demikian, pada kenyataannya penggunaan Instagram juga dapat memberikan dampak yang negatif terhadap masyarakat, seperti yang kita lihat sekarang Instagram dijadikan media untuk menanamkan kebencian terhadap orang lain dengan mengunggah kata-kata atau gambar yang tidak etis sehingga terbangun rasa tidak senang dan benci terhadap seseorang, terutama mereka yang memiliki posisi penting baik di pemerintahan maupun lembaga-lembaga Negara.

Fenomena ini sering disebut sebagi post truth, yaitu budaya politik yang lebih mengedepankan emosi dibanding inti kebijakan. Penggunaan media sosial juga membawa perubahan perilaku terhadap masyarakat. Sebagai contoh, kita sudah jarang berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, banyak orang yang kita lihat termasuk teman sekantor kita pekerjaannya tidak selesai bahkan terbengkalai karena sibuk berkomentar atau memberikan komentar-komentar melalui Instagram, yang sebenarnya tidak terlalu bermanfaat untuk dirinya. Ini tentunya tidak sesuai dengan tuntunan Islam, yang memerintahkan kita untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya.

Terakhir, yang paling memprihatinkan adalah dampak Instagram terhadap perilaku anak-anak muda yang masih remaja, mereka menjadi apatis dan cuek dengan lingkungannya.  Contohnya,  mahasiswa lebih memilih Instagram untuk mencurahkan unek-uneknya dari pada orang tuanya.

Persoalan ini tidak dapat dibiarkan, perlu ada solusi mengingat anak-anak kita adalah harapan kita yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan. Disinilah seharusnya peran Muhammadiyah beserta IMM dalam mengupayakan transformasi kader supaya menciptakan generasi milenial yang tidak terjerumus pada jurang kehidupan semu media sosial.

IMM sebagai tonggak mahasiswa muhammadiyah dapat turut ikut serta dalam upaya melurukan aqidah kaum remaja dengan tetap menggaungkan dakwah amar makruf, tentunya melalui media sosial yang menjadi target utama dan sasaran dakwah paling efektif saat ini. Kedepannya diharapkan IMM dapat lebih peka dalam mengobarkan api semangat berdakwah agar dapat lebih menjangkau berbagai kalanagan sebagai bentuk pembaharuan implementasi dakwah.

Oleh : Fathan Faris Saputro (Alumni DAM Jakarta Timur 2021)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment