IKMBP Sebagai Kawah Candradimuka Mahasiswa Bojonegara-Pulo Ampel

Modernis.co, Banten – Kawah candradimuka diambil dari cerita pewayangan, dimana dalam cerita tersebut di jelaskan kawah candradimuka adalah kawah yang terdapat di alam khayangan. Di kawah candradimuka itulah jabang bayi Tutuka, anak Bima, pernah digembleng oleh Batara Empu Anggajali, sehingga bayi itu tampil sebagai ksatria perkasa yang kemudian lebih dikenal dengan nama Gatotkaca.

Dalam cerita tersebut kesaktian yang dimiliki Gatotkaca berkat gemblengan di kawah candradimuka menyebabkan anak Bima itu sanggup mengalahkan musuh para Dewa.

Kawah candradimuka maksudnya adalah tempat jabang Tutuka, putra sang Bima ditempa dan digembleng menjadi Gatotkaca yang perkasa. Begitulah ibaratnya IKMBP bagaikan kawah candradimuka, tempat dan proses kaderisasi mahasiswa Bojonegara – Puloampel menjadi motor penggerak perubahan daerah.

Pergerakan kemahasiswaan adalah sebuah upaya nyata yang dilakukan oleh mahasiswa sesuai dengan koridor Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pasca reformasi merupakan sebuah titik balik dari pergerakan kemahasiswaan yang sudah berlangsung berpuluh – puluh tahun di negara ini.

Mahasiswa yang dulunya merupakan satu – satunya badan yang objektif dalam menilai perkembangan negara ini dan diharapkan oleh masyarakatnya, kini harus bersaing dengan Lembaga masyarakat ataupun media yang tumbuh pesat pasca reformasi.

Sejak tahun 2000 hingga tahun 2019, 19 tahun puluhan mahasiswa Bojonegara – Puloampel masuk menjadi anggota IKMBP, mengalami proses kaderisasi dan tugas – tugas kepengurusan yang diarahkan agar tumbuh dan berkembang menjadi putra daerah revolusioner, yaitu membangun insan akademis, kreatif, inovatif, kritis dan berakhlaqul karimah serta berguna bagi Daerah Bojonegara – Puloampel.

Mungkin tulisan saya ini bukan hanya saja menyampaikan fakta, tetapi juga apa yang saya rasakan beserta kawan-kawan seperjuangan saya rasakan pula hari ini, bahkan interpretasinya terhadap fakta, sehingga sedikitnya telah memberikan gambaran tentang IKMBP.

Mengapa IKMBP tetap eksis hingga hari ini setelah menghadapi banyaknya gelombang persoalan yang ada di daerah ini terkait kesenjangan masyaraat akibat adanya pertambangan.

Mungkin tidak diperkirakan oleh para pendiri IKMBP sendiri, bahwa apa yang diniatkan mereka ketika mendirikan IKMBP ditahun 2000, bahwa IKMBP telah memberikan sumbangan pada daerahnya, berupa kader-kader putra daerah yang bertebaran di berbagai lembaga negara, direktur perusahaan, partai politik dan organisasi kemasyarakatan.

Hal ini membuktikan, bahwa pemikiran atau idea atau gagasan atau konsep yang melandasi pemikiran IKMBP merupakan jawaban terhadap tantangan harapan daerah Bojonegara-Puloampel. IKMBP hadir, dengan demikian hadir sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bojonegara-Puloampel. Eksistensinya dijamin oleh masyarakat itu sendiri.

Hal inilah yang selayaknya harus disadari oleh setiap anggota dan kader IKMBP, di tengah warna-warni perbedaan yang ada di tengah masyarakat. IKMBP akan menjadi perekat yang mendekatkan berbagai warna-warni perbedaan itu. Selama IKMBP memegang teguh landasan pemikiran tentang kedaerahan, IKMBP insyaAllah  akan tetap eksis dan berkembang.

Di era desentralisasi ini peran serta dari semua elemen masyarakat tak terkecuali mahasiswa tidak dapat dielakkan lagi dalam membangun dan mengelola daerahnya sesuai dengan sumber daya masing – masing. 

Mahasiswa sebagai peran strategis dalam hal pemerataan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hal tersebut tercantum jelas dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Pepatah mengatakan “pemuda harapan bangsa” atau “maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada pemudanya”. Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang selalu ditunggu perannya dalam pembangunan. Mahasiswa adalah sekumpulan elemen unik yang ditempatkan posisi ideal dalam masyarakat. Mahasiswa memiliki kompetensi teoritis dan praktis sehingga membawanya pada sebuah identitas intelektual yang memiliki pengaruh dalam setiap perubahan sosial di bangsa ini.

Pertanyaannya adalah, apa sajakah peran mahasiswa dalam membangun masyarakat? Kita telah memaklumi bersama bahwa mahasiswa adalah kaum elite. Hanya segelintir pemuda saja dari jutaan pemuda di Indonesia yang mengenyam Pendidikan tinggi. Dari segelintir pemuda yang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi banyak pula mahasiswa yang apatis terhadap lingkungan sekitarnya terutama pada daerahnya.

Melihat Bojonegara–Puloampel sebagai daerah Kawasan industri, proyek–proyek pertambangan bahkan reklamasi mulai menyentuh daerah ini. Namun sayangnya, sejauh ini industri–industri yang berkembang di Bojonegara–Puloampel masih kurang memperhatikan penanganan dampak lingkungan atau AMDAL.

Oleh karena itu, Dari IKMBP sebagai kawah candradimuka mahasiswa daerah digembleng dan di tempa melalui proses pelatihan, kajian dan advokasi lapangan untuk menghasilkan kader–kader IKMBP yang handal dan berkualitas, dalam konteks perubahan dan perbaikan di segala bidang yang telah lama didasari oleh mahasiswa Bojonegara–Puloampel,  pada gagasan kebebasan berfikir telah menumbuhkan eksplorasi dan jati diri perwatakan kader yang kritis, inovatif, agresif, dan konstruktif.

Sebagai putera dan puteri daerah, sudah selayaknya wawasan kedaerahan menjadi salah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap kader IKMBP. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang daerahnya adalah kawasan industri diharapkan mampu mengawal proses tambang yang ada di wilayah Bojonegara–Puloampel agar sesuai dengan peraturan pemerintah, sehingga mampu mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan yang termaktuk dalam UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang “Pertambangan Mineral dan Batu Bara”.

Dalam proses penggemblengan dan pengembangannya di IKMBP kader diharuskan menggali potensi dirinya sebagai mahasiswa dalam menciptakan lapangan kerja sendiri harus memiliki mental yang kuat, terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam beberapa sektor atau program peran seorang mahasiswa harus tetap aktif, di karenakan posisi mahasiswa sekali lagi berada di antara pemerintah dan masyarakat.

Dan juga diharapkan kader–kader IKMBP mampu memberikan suatu konsep atau wacana yang benar–benar real bagi dunia usaha/bisnis/pertambangan yang benar–benar baik, tanpa meninggalkan keidealismean seorang mahasiswa guna memajukan perekonomian maupun kesejahteraan rakyat terlebih dilingkup Bojonegara–Puloampel..

Sebagai seorang yang diharapkan oleh keluarga untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan taraf hidup, menambah wawasan dan meningkatkan pola pikir, kader IKMBP juga punya tanggung jawab; setelah menyelesaikan studynya, mereka bisa kembali ke Rahim di mana ia terlahir untuk membangun daerahnya masing–masing. Baik dari segi sosial, budaya, ekonomi, bahkan dalam hal mentransformasi nilai–nilai yang bisa mengembangkan pola pikir masyarakat luas.

Potensi sumber daya alam yang ada di Bojonegara – Puloampel memiliki potensi yang cukup besar dalam memajukan perekonomian serta kesejahteraan rakyat, jadi keaktifan kader–kader Ikatan Mahasiswa Bojonegara Puloampel (IKMBP) diharapkan agar supaya melihat potensi–potensi tersebut melalui program yang sudah diterapkan maupun yang direncanakan oleh pemerintah daerah, sehingga pengambilan peran dalam hal ini menjadi lebih mudah dan lebih terarah untuk mencapai angka pengangguran menjadi menurun.

Oleh : Ari Dailami Putra (Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment