DPD IMM Sumsel Gelar Diskusi Publik Bangun Politik Elegan Demokrasi

Modernis.co, Palembang – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Selatan (DPD IMM Sumsel) menggelar Diskusi Publik dengan tema “Membangun Praktek Politik Yang Elegan dan Demokrasi”, yang bertempat di Guns Cafe Kambang Iwak Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (30/07/2022).

 Acara tersebut salah satu program kerja dari bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM Sumsel. Narasumber dari acara tersebut yakni Hj. R.A. Anita Noeringhati, S.H., M.H. selaku Ketua DPRD Provinsi Sumsel, H. Joncik Muhammad selaku Bupati Empat Lawang, H. Heri Amalindo selaku Bupati PALI, Dr. Junaidi Ahmad selaku Anggota Bawaslu Provinsi Sumsel, Amrah Muslimin S.E. M.Si. selaku Ketua KPU Provinsi Sumsel.

Dalam diskusinya Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj. R.A. Anita Noeringhati, S.H., M.H. menyampaikan bahwa acara yang di gelar oleh DPD IMM Sumsel ini sangat luar biasa dan sangat inisiatif.

“Acara yang diadakan oleh IMM ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat atas pemilu yang sudah di depan mata, agar terbebas dari money politik,” ujarnya.

Menurutnya belum banyak politikus perempuan yang ingin masuk pilkada saat ini yang mempunyai cukup peluang untuk meraih suara di pemilu 2024 yang akan datang.

“Menurut saya tidak banyak politikus perempuan yang mempunyai peluang untuk meraih suara dalam pilkada 2024, karena politikus perempuan itu harus tahan uji dan saat ini politikus perempuan masih banyak yang setengah hati,” ungkapnya.

 Senada disampaikan oleh Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh DPD IMM Sumsel ini.

“Saya pribadi memberikan apresiasi atas kegiatan ini, kalau bisa kedepanya terus berkala kegiatan seperti ini, insya Allah kegiatan ini bermanfaat untuk bangsa, negara maupun Provinsi dan Kabupaten Kota yang ada di Sumsel, ” pungkasnya.

Ditempat yang sama Bupati Pali H. Heri Amalindo mengatakan, pada dasarnya dalam berpolitik harus dilandasi dengan dasar agama yang kuat agar dapat berpolitik dengan baik.

“Pada dasarnya semua harus dilandasi dengan agama yang kuat dan semua tergantung dari niat mau jadi apa kita, kalau niat kita baik tetap akan jadi baik pula, kalau sudah di landasi dengan agama yang kuat tidak akan terjadi yang namanya money politik, ” ujarnya.

Heri Amalindo juga menuturkan mengenai money politik itu tergantung dari politikus masing-masing, money politik tidak akan terjadi kalau tidak ada yang memberi.

“Semua tidak akan terjadi kalau tidak ada yang memberi, namun untuk masyarakat sendiri harus lebih bijak dalam memilih, lihat dulu siapa yang akan dipilih, sudah baikah yang akan kita pilih baguskah akhlaknya, jujurkah orang yang akan kita pilih itu, ” paparnya.

Disisi lain Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik, M. Wahyu Nugroho berharap diskusi politik ini bisa menciptakan demokarasi politik yang dingin dan sistematis dimasa yang akan datang tanpa adanya politik identitas ataupun politik seperti sebelumnya yang begitu banyak bersebrangan sehingga banyak menimbulkan kericuhan di masyarakat.

“Dari hasil kegiatan ini kita dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan semua yang menjadi kajian dalam diskusi kali ini, agar dapat mendorong baik itu pihak eksekutif maupun legislatif supaya di pemilu 2024 kita dapat menciptakan politik yang elegan dan demokratis, jangan hanya money orientik atau money politik yang hanya berfokus pada nilai nominal, siapa yang besar harus dipilih atau siapa yang tidak ada uang harus di tinggalkan. (rilis imm pr)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment