Diduga Oknum Perades dan TKSK Keroncong Jadi Agent BPNT, KKPMP Pandeglang Minta Evaluasi Total

KKPMP Pandeglang

Modernis.co, Pandeglang – Dengan adanya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan adanya dugaan pelanggaran yang terjadi di kecamatan Keroncong yang tidak sesuai pedoman umum (pedum).

“Maka kami mendesak kadinsos pandeglang dan Timkor untuk mengevaluasi total,” hal itu disampaikan Deni selalu ketua bidang Hukum dan HAM KKPMP Pandeglang kepada awak media, Senin (15/02/2020).

Hasil investigasi Ormas KKPMP Kabupaten Pandeglang khususnya di kecamatan Keroncong Deni menyampaikan, penyaluran sembako dari suplier (pemasok) kepada agen masih banyak ditemukan komoditi yang tidak berkualitas dan harga komoditi yang terkesan mark up lantaran harganya melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga pasar.

Penyaluran BPNT di kecamatan Keroncong masih banyak komoditi berkualitas tidak layak dan tidak sesuai harga pasar. Bahkan diketahui dari jumlah nominal bantuan BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp.200.000/KPM, patut diduga dijadikan ajang pungli oknum agen dan pengusaha pemasok (Suplier).

Deni yang sekaligus Ketua bidang Hukum dan HAM Ormas KKPMP Kabupaten Pandeglang mendesak pihak dinsos, timkor (muspika Kecamatan) dan pihak yang terkait harus mengevaluasi total tentang penyaluran BPNT di Kecamatan Keroncong.

Menurutnya, selain persoalan penyaluran komoditi BPNT kepada PKM yang dilakukan oleh CV Mutiara Choir banyak sekali merugikan masyarakat, jelasnya.

“Selain soal polemik Komoditi yang tidak sesuai pedum, kami juga menemukan adanya dugaan oknum kades,perangkat desa dan oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang menjadi Agent di kecamatan Keroncong, padahal Timkor sudah mengetahui tapi diam dan tidak ada tindakan,” ujarnya.

“Kami dari Ormas KKPMP Pandeglang mendesak penyaluran BPNT di kecamatan Keroncong dievaluasi total atas dugaan semuanya itu,” tutupnya.

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment