Dampingi Tata Kelola Usaha, Mahasiswa Magister UM Bantu UMKM Melalui Pengembangan Wawasan Manajerial pada BUMDes

Modernis.co, Malang – Pengembangan Wawasan Manajerial (PWM) merupakan salah satu mata kuliah yang ditempuh para mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang (UM). Di mana mahasiswa melakukan pembelajaran di luar kampus, melakukan aktivitas pengembangan kompetensi manajerial dan aktualisasi diri.

Mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan kelompok masyarakat yang berperan sebagai pelaku usaha mikro-kecil, koperasi, lembaga-lembaga ekonomi lainnya serta rintisan dan pendampingan startup bisnis.

Dalam kegiatan PWM tersebut, kelompok mahasiswa yang terdiri dari Yusuf Purwanto dan Desi Anggarwati melakukan aktivitas pengembangan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang pariwisata. Lokasi tersebut bernama Pasar Wisata Pandesari yang berlokasikan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Yusuf menuturkan tujuan dilakukannya program pengembangan wawasan manajerial ini yaitu agar mahasiswa memahami cara mengaplikasikan teori disiplin ilmu yang diperoleh saat perkuliahan, memberikan solusi dan kontribusi yang nyata atas berbagai permasalahan, dan mendapatkan pengalaman secara langsung dengan praktik di lapangan.

“Kegiatan ini menunjang pelaku usaha meningkatan keterampilan berpikir maupun kemampuan secara fisik, adanya perbaikan sistem penataan dan pengelolaan di internal usaha, serta usaha yang dijalani dapat tumbuh berkembang dengan baik,” terangnya, Kamis (17/11/2022).

Ia menambahkan kegiatan mahasiswa dalam pendampingan pada suatu usaha juga dimaksudkan agar mahasiswa memahami permasalahan yang dihadapi pelaku usaha serta dapat memberikan solusi yang efektif dan efisien.

Menurut salah satu pengelola Pasar Wisata Pandesari, Nanang, masalah krusial yang dihadapi pelaku UMKM saat ini lebih kepada aspek strategi promosi pemasaran dan pencatatan keuangan.

“Pemasarannya dulu hanya pernah minta bantuan dari desa untuk disosialisasikan kepada warga sekitar sini, Mbak. Untuk pemasaran sosial medianya, sejauh ini belum dibuatkan akun Instagram, Facebook, dan Youtube,” ucap Nanang saat ditemui di lokasi Pasar Wisata Pandesari, Kamis.(13/10/2022).

Sedangkan untuk pencatatan keuangan sudah mulai terstruktur karena pengeluaran dan pemasukan harian sudah dicatat di buku besar, hanya saja dibutuhkan penjelasan lebih rinci tentang apa saja yang perlu dimasukkan dalam pencatatan. Namun pencatatan dan perhitungan laba rugi setiap bulannya masih belum ada.

“Pencatatan keuangannya sekarang baru kayak gini, Mbak. Saya yang diberi tanggung jawab di bagian keuangan, jadi saya masih butuh banyak belajar tentang percatatan seperti ini, Mbak” pungkasnya.

Sementara itu, Desi yang merupakan salah satun anggota kelompok kegiatan menyarankan pelaku UMKM lebih aktif dalam menggunakan sosial media seperti Instagram, Facebook, TikTok dan Youtube. Selain itu, model pemasaran lainnya adalah dengan melakukan kerja sama dengan lembaga atau yayasan dalam melakukan kegiatan di Pasar Wisata Pandesari.

“Sebaiknya akun media sosialnya lebih diaktifkan Pak, untuk sementara saya akan bantu mengelola akun Instagramnya. Sebenarnya kalau mau melakukan promosi bisa dilihat dari target pasarnya terlebih dulu. Kalau dari fasilitas yang ada, saya rasa target yang cocok adalah pariwisata, dengan membuat brosur dan paket wisata,” terang Desi. (DA/YP)

Redaksi
Redaksi

Mari narasikan fikiran-fikiran anda via website kami!

Leave a Comment