Narasikan Gerakan Intelektual IMM, Kader Muhammadiyah Sumsel Terbitkan Buku Catatan Emas untuk IMM

Modernis.co, Palembang – Telah diterbitkan buku karya Preli Yulianto, S.P. yang berjudul Catatan Tinta Emas: Dari Narasi Menuju Aksi. Buku ini terbit pada edisi Desember 2021, yang diterbitkan oleh penerbit Progresif. Buku ini menjadi tuangan ide, gagasan, hingga narasi penulis yang ditawarkan untuk menuju aksi nyata. Tentunya bisa menjadi rujukan bagi pembaca, utamanya kader.

Buku Catatan Tinta Emas: Dari Narasi Menuju aksi berisikan kumpulan esai berisikan pemikiran, ide, gagasan, pengalaman maupun wawasan yang dipatri (evidensi) menjadi narasi. Narasi inilah yang penulis tawarkan untuk resolusi IMM maupun gerakan IMM dalam kumpulan tulisan yang diharapkan bisa menjadi narasi menuju aksi (action).

Dalam prolog Buku Catatan Tinta Emas: Dari Narasi Menuju Aksi, Abdul Musawir Yahya, S.Sy., M.H. selaku Ketua Umum DPP IMM Periode 2021–2023 menjelaskan buku sebagaimana dituliskan oleh Preli Yulianto ini adalah ijtihad intelektual yang baik dalam rangka membangun kerangka paradigma gerakan IMM. Ijtihad tersebut niscaya dibutuhkan dalam usaha membangun paradigma gerakan IMM; memastikan bahwa laju gerak IMM tidak serba praktis dan pragmatis, tetapi sebuah bentuk gerakan yang lahir dari penafsiran ideologi yang dalam.

“Subtansi pemikiran penulis dalam Buku Catatan Tinta Emas Dari Narasi Menuju Aksi ini adalah gagasan yang layak untuk dibaca, dikembangkan dan terlebih dipraktikkan dalam realitas pergerakan, sesuai tajuknya Dari Narasi untuk Aksi. Dari jantung pemahaman intelektual yang matang, penulis merumuskan aneka ragam gagasan kreatif yang dapat dipraktikkan oleh Ikatan,” ungkap Ketua Umum DPP IMM Periode 2021–2023 pada Minggu (02/01/2021).

Dalam Epilog Buku Catatan Tinta Emas Wakil Ketua PWM Sumatera Selatan yang juga membidangi Majelis Pendidikan Kader dan Majelis Lingkungan Hidup, Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P. menjelaskan IMM secara internal harus mampu menghasilkan super hero dari kader-kadernya. Kader-kader super hero diharapkan akan membangun dan mengembangkan IMM dan segenap kadernya dengan strategi perkaderan senyap IMM serta mengelaborasi kader-kader Ikatan dengan ideologi Ikatan dan Persyarikatan dalam distribusi trilogi kader yang mencakup kader Persyarikatan, kader ummat, dan kader bangsa, dalam balutan ikatan kokoh Allah Tuhanku, Muhammad Saw Nabi dan Rasulku, dan Islam Agamaku.

“Harus ada dan lahir kader-kader dari sekian banyak juta kader IMM yang terketuk pintu hatinya untuk mendarma-baktikan dirinya, untuk menghidmatkan diri dan jiwanya bagi membentengi IMM dan kader-kader IMM untuk membawa gerbong besar IMM tetap konsisten dengan karakter dasar Trilogi kader Ikatan yakni sebagai kader Persyarikatan, kader umat dan kader bangsa,” ungkap Ayahanda Mukhtarudin, yang juga Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Palembang.

Penulis Buku Catatan Tinta Emas: Dari Narasi Menuju Aksi, IMMawan Preli Yulianto mengatakan Kader IMM juga harus paham Konsep Darul Ahdi Wa Syahadah, bahwa konsep ini memiliki makna Indonesia mesti dipandang sebagai kesepahaman nasional yang alami (dar al-ahd). Selain itu, perlu digarisbawahi nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan serta diwujudkan dalam kebijakan atas dasar iman kepada Allah (dar al-syahadah). Konsepan implementasi tersebut, atas dasar ilmu amaliyah dan amaliyah adalah ilmiah, disebutkan ilmiah dalam mengamalkan (implementasi) karena atas dasar ilmu, ingin makmur dunia dengan ilmu, ingin meraih kebahagiaan di akherat dengan ilmu.

Kader IMM harus senantiasa berproses (kaderisasi) agar nantinya siap untuk berperan, dan berkiprah dalam membangun negara kita. Konsep Darul Ahdi Wa Syahadah menjadi konsep yang harus menjadi komitmen. Komitmen ini lah yang diproyeksikan IMM untuk bagaimana menjadi pemikir menuju aksi nyata. Berperan dalam setiap momentum bangsa wujud narasi amaliyah dalam mewujudkan transformasi sosial yang bermanfaat.

“Kehadiran buku Catatan Tinta Emas: Dari Narasi Menuju Aksi menjadi suatu anugerah, yang semoga bisa menghadirkan gerakan IMM yang mampu menebar kebermanfaatan, semangat fastabiqul khairat, dan tentu narasi itu tertuntaskan menjadi aksi nyata untuk IMM berkemajuan untuk Islam yang murni (tajdid),” ungkap Preli yang juga merupakan salah satu Penulis Muda Sumsel (Sumatera Selatan). (PM)

Open pre order stock terbatas, “Buku Catatan Tinta Emas: Dari Narasi Menuju Aksi” ini anda dapat pesan secara online klik atau ketik https://bit.ly/PesanBukuDariNarasiMenujuAksi untuk menghubungi tim marketing.

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment