Bersih Masjid Jadi Program PPM STAI Muhammadiyah

Modernis.co, Lamongan – Praktek Pada Masyarakat (PPM) STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan tahun akademik 2021 kelompok Tebluru memiliki kepedulian terhadap kebersihan di beberapa mushola yang ada di Tebluru kecamatan Solokuro. Kelompok ini terdiri dari 10 mahasiswa.

Program kerja ini berawal dari kesadaran para PPM ini yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan yang ada di sekitar mereka, terutama mushola dan masjid. Mereka menginginkan mushola dan masjid yang ada di desa Tebluru dan sekitarnya terlihat bersih dan rapi.

Ainur rosidah yang merupakan salah satu anggota PPM kelompok Tebluru menjelaskan bahwa dengan program tersebut maka para anggotanya dapat memanfaatkan waktu luang mereka dengan hal-hal yang positif.

“Hingga saat ini banyak yang mengapresiasi bersih-bersih mushola dan masjid yang selama ini kami lakukan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh anggota PPM lainnya, yaitu Rufin Ramandhani yang mengatakan bahwa dengan kegiatan bersih-bersih mushola dan masjid yang mereka lakukan, mereka mendapatkan tanggapan positif serta dukungan dari para pengurus mushola dan masjid serta masyarakat sekitar mushola dan masjid yang mereka bersihkan.

“Dengan kegiatan yang kami lakukan ini, masyarakat yang berada di sekitar mushola atau masjid yang kami bersihkan juga menjadi terpanggil dan membangkitkan kesadaran untuk membersihkan mushola dan masjid yang ada di lingkungan mereka masing-masing,” jelas Rufin yang juga wakil sekretaris PPM di Tebluru ini.

“Hikmah yang di dapat bersih musholah paling tidak kita belajar menjadi pribadi yang mandiri dan bersih. Di momen KKN kita dapat pelajaran banyak dari masyarakat dan teman yang semula tidak kenal jadi kenal yang tidak tahu jadi tau akhirnya kita semakin banyak pengalaman dan menambah ilmu,”imbuhnya.

Di momen KKN bukan semata mata kita mengajar melainkan kita juga belajar bermasyarakat dan belajar beradaptasi menyesuaikan keadaan atau kearifan lokal yang ada di tempat tersebut sebab setiap daerah mempunyai tradisi masing-masing. “Ini yang kemudian akan menjadi bekal kita kelak ketika sudah benar-benar bermasyarakat. jadi di momen KKN ini harus benar-benar memanfaatkan dan mencari pengalaman sebanyak banyaknya,”tutupnya. (FFS)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment