Apa yang Bisa Dilakukan Do’a?

Berdoa kepada-Ku, maka akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. al-Mu’min : 60)

Modernis.co, Lamongan – “Terimakasih, den. Semoga yang Mahakuasa senatiasa melimpahkan rezeki yang banyak kepada Aden sekeluarga.” Demikian doa tulus dari seorang nenek yang sehari-harinya bekerja sebagai peminta-minta kepada saya. Doa itu layaknya imbalan atas selembar uang seribuan yang seraya berpindah  tangan ke tangan tua miliknya. Sungguh hati merasa terharu dan bahagia. Siapa yang tidak bahagia apabila ada orang lain yang mendoakan? namun begitu, ada rasa malu menelusup dalam hati. Rasanya seribu rupiah terlalu murah bagi sebuah doa yang tulus dari si nenek.

Seberapa mahal sesungguhnya harga sebuah doa?

Khasiat doa dari sudut pandang Ilmiah, hampir setiap agama mengenal  doa. Karena itu, para ahli didorong oleh rasa penasaran mereka, telah melakukan penelitian tentang pengaruh doa bagi manusia. Sebuah penelitian di San Fransisco, Amerika Serikat mencoba mencari tahu tingkat efektifitas doa dengan melibatkan 393 pasien penyakit jantung sebagai respondenya, mereka dibagi menjadi dua.

Satu kelompok menjalani pengobatan dengaan disertakan terapi doa. Sementara kelompok kedua hanya menjalani pengobatan medis semata tanpa terapi doa. Hasilnya, kelompok pertama menunujukkan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi dibanding kelompok kedua. Hal ini membuktikan, bahwa doa secara ajaib, di luar pikiran manusia, memang dapat memberikan dampak positif pada kehidupan manusia.

Para ahli kesehatan otak dari Barat juga menemukan bahwa dalam susunan  saraf pusat (otak) manusia terdapat “God Spot”. Tempat inilah yang kemudian, dengan doa, mampu menekan hormone stress pada saat kita merasa cemas. Cara kerjanya mirip  dengan obat penenang yang disuntikkan dalam tubuh kita saat sedang merasa takut atau cemas. Para ahli ini menemukan bahwa doa dan zikir memiliki efek yang sama dengan obat penenang. Doa dapat menjadi pereda kekhwatiran dan menjauhkan kita dari rasa putus asa.

Doa itu senjatanya orang mukmin, untuk itulah, Islam selalu mengigatkan, doa itu senjatanya orang mukmin, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi. Orang yang tak mau berdoa, justru akan dipandang sombong oleh Allah Swt. Bagaimanapun, kita adalah ciptaan-Nya. Sudah sewajarnya bila kita selalu mengadu dan meminta kepada sang pemilik hidup. Sebagaimana firman-Nya: “Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (QS. al Insyirah: 8).

Karena doa-lah penguat harapan manusia. Harapan harus tetap ada dalam hati kita karena dengan harapan itu kita tak akan mudah berputus asa. Keyakinan bahwa Allah akan membantu kita untuk keluar dari permasalahan, akan membuat kita kuat menghadapi setiap masalah. Bukanlah dalam ayat-Nya Allah selalu menekankan bahwa bila kita berdoa, maka Allah akan mengabulkannya? “Berdoalah kepada-Ku, maka akan aku perkenankan bagimu” (QS. al-Mu’min: 60).

Setan doa yang baik, pasti dikabulkan, Mario Teguh pernah berkata, “Tuhan itu Mahabesar, karena itu jangan takut untuk meminta yang besar-besar kepada-Nya.”Allah itu Maha Pemalu, malu kalau hambanya meminta namun tidak dikabulkannya. Oleh karea itu, mari sahabat, kita memulai kebiasaan yang baik. Biasakanlah berdoa dan meminta kepada Allah.

Biarkan setiap hembusan napas kita selalu dihiasi sebuah doa. Jangan malu untuk meminta pada Allah. Bukankah kita tak pernah malu untuk meminta kepada orangtua, teman, atau sesama makhluk lainnya? padahal belum tentu mereka dapat mengabulkan permintaan kita. Lalu mengapa kita tak meminta kepada Allah, sang pemilik kehidupan?

Berhentilah meminta kepada makhluk. Jika memang kebetulan saat ini kita sedang dirundung masalah yang pelik, kembalikanlah semuanya kepada Allah. Kemiskinan, kesedihan, kegundahan, akan sirna. Anda hanya perlu meminta! Bukanlah Allah telah menjamin akan mengabulkan setiap doa-doa hambanya?

Allah Swt berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaku.” (QS. al Baqarah: 186) Rasulullah saw bersabda, “Akan dikabulkan (permintaan) setiap orang dari kalian, asalkan ia tidak tergesa-gesa dengan mengucap (pada lisan atau hati) aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi tidak juga dikabulkan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hal ini menunjukkan, bahwa agar doa kita dikabulkan, kita harus 100% yakin bahwa Allah sang pemilik hidup akan mengabulkan doa kita itu. Jangan ada keraguan sedikit pun.

Mempertimbangkan manfaat doa yang sangat besar bagi kehidupan kita, tentunya kita menyadari betapa mahalnya harga sebuah doa. Hendaknya kita menjadikan doa sebagai sebuah kebiasaan, baik itu doa untuk kepentingan diri maupun untuk kepentingan saudara muslim kita. Kita pun juga diminta berlomba-lomba untuk meraih doa dari orang lain.

Oleh : Fathan Faris Saputro (Kader IMM Lamongan)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment