HMI Cabang Ciputat Minta Jokowi Tuntaskan Kasus HAM di Wamena

Modernis.co, Jakarta– Ketua Bidang Hak Asasi Manusia HMI Cabang Ciputat, M. Adhia Muzakki menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban luka dan tewas akibat kerusuhan di Wamena pada Senin lalu, 23 September 2019. Adhia mendesak pemerintah agar lebih serius dalam menangani dan memulihkan keadaan di Wamena. Dirinya menganggap bahwa pemerintah tidak serius untuk memberantas kasus HAM.

“Ini mesti ditangani secara serius. Sudah banyak anak bangsa yang menjadi korban jiwa,” tuturnya.

Adhia juga meminta Presiden Jokowi agar mencopot menteri Polhukam, Wiranto. Menurutnya, Wiranto tidak mampu menjaga keamanan seluruh anak bangsa.

“Pak wiranto jelas-jelas tidak mampu menuntaskan persoalan ini. Pak Wiranto gagal menjaga keamanan dan hak hidup anak bangsa,” ujarnya.

Adhia mengimbuhkan, pemerintah harus menjamin agar seluruh anak bangsa bisa hidup di negara sendiri dengan dijamin hak hidup dan keamanannya sesuai amanat undang undang no. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia pada poin B bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun.

“Sesuai dengan amanat konstitusi negara kita, dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara seharusnya pemerintah harus bisa melindungi hak-hak rakyat dan dapat menjamin keberlangsungan hidup masyarakat secara holistik. Negara tidak boleh bereaksi berlebihan, seperti tindakan subversif dan mengerahkan tindakan represif kepada massa aksi,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum HMI Cabang Ciputat, Tharlis Dian Syah Lubis. Dirinya menyesalkan atas sikap pemerintah yang cenderung tidak peduli terhadap kasus-kasus HAM yang terjadi di Wamena. Padahal, lanjut Tharlis kasus di Wamena perlu mendapatkan perhatian dan penyelesaian segera dari pemerintah.

“Selesaikan kasus HAM yang terjadi di Wamena dan jangan sampai ada lagi pertumpahan darah di sana,” tuntutnya.

Tharlis mengancam jika permintaannya tidak diindahkan oleh Presiden, maka pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran di Istana.

“Jika permintaan kami tidak diindahkan, kami akan lakukan aksi besar-besaran di Istana untuk memperjuangkan saudara kami di Wamena,”.

Perlu diketahui, unjuk rasa yang digelar di Wamena pada Senin lalu itu berujung kerusuhan. Berdasarkan pantauan Tempo, korban jiwa dalam kerusuhan itu mencapai 33 orang.**(AS).

Ayo, Sebarkan Kebaikan..!

Related posts

Leave a Comment