IMKA DAN TOEFL Syarat Kelulusan Mahasiswa UIN Walisongo

Modernis.co, Semarang – Pembelajaran Intensif Bahasa-Lembaga Kajian dan Pembelajaran Bahasa (PIB-LKPB) adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang bimbingan belajar, khususnya bidang bahasa asing. Muhammad Muhtam Maulana sebagai ketua pelaksana memaparkan bahwa kegitan ini sudah ada sejak tahun 2016 dan tahun ini adalah angkatan ke-empat yang dilaksanakan pada saat liburan kuliah. Kegitan pembelajaran dan bimbingan ini dibagi dalam dua kelompok yaitu bidang Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

 Pembelajaran kedua bahasa tersebut menjadi sangat penting mengingat bahwa salah satu syarat kelulusan bagi para mahasiswa strata satu (S-1) adalah harus lulus ujian dan memperoleh sertifikat TOEFL (Test of English as Foreign Language). Bahkan di Universitas Islam Negeri Walisongo, disamping TOEFL juga ada satu persyaratan lagi yakni lulus ujian dan memperoleh sertifikat IMKA (Ikhtibar Mi’yar al-Kafaah fii al-lughoh al-‘Arobiyyah).

Meski selama ini peminat bimbingan belajar Bahasa Inggris lebih banyak daripada peminat Bahasa Arab, akan tetapi kedua bimbingan bahasa tersebut dapat berjalan dengan baik. Terlebih lagi bahwa pembelajaran kedua bahasa tersebut dibimbing oleh tenaga-tenaga tentor yang berkualitas dan berpengalaman di bidangnya. Jadwal kegiatan pembelajaran dilangsungkan pada saat mahasiswa menjalani masa libur semesteran. Sehingga diharapkan dapat mengikuti program pembelajaran dengan lebih fokus dan intensif.

 Kegiatan bimbingan ini berlangsung empat kali dalam seminggu yaitu dari hari senin hingga kamis. Sedangkan pada hari jum’at tentor memberikan ujian mingguan atau responsi (imtihaan) atas materi yang sudah diajarakan kepada peserta selama empat hari sebelumnya. Dalam proses pembelajaran mahasiswa dibimbing dan dilatih agar dapat lebih siap dalam mengerjakan soal ujian IMKA atau TOEFL. Para peserta didik umumnya berasal dari berbagai jurusan di lingkungan UIN Walisongo Semarang, yang memang mereka mendapatkan mata kuliah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

 Sebut saja dua mahasiswi UIN Walisongo Semarang, mbak Hanun dari Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Kependidikan, serta mbak Rani dari Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Sain dan Teknologi, beliau berdua berasal dari Kota Jambi. Musim liburan semesteran rela untuk tidak pulang kampung, dengan memanfaatkan waktu libur ini untuk belajar Bahasa Arab di PIB-LKPB ini. Ada juga pak Hari, peserta tertua di pembelajaran Bahasa Arab, rela mengikuti program ini di sela-sela waktu sibuknya.

 Beliau saat ini sedang menempuh studinya di Jurusan Studi Agama-Agama (Perbandingan Agama), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, UIN Walisongo Semarang.Ada juga peserta didik yang berasal dari luar kampus UIN Walisongo Semarang. Sebut saja Roisul Umam Asy-Syauqi, atau biasa disapa Mas Oki, adalah salah satu peserta bimbingan untuk bidang Bahasa Arab. Beliau berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, rela datang dari Kota Malang ke Semarang untuk mengikuti kegiatan ini.

 Semua para peserta didik rela mengisi waktu liburannya tidak lain hanya untuk dapat belajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara lebih baik. Kegiatan positif ini tentunya sangat berarti bagi para peserta, disamping sudah pasti mendapatkan ilmu yang bermanfaat, sekaligus juga ajang untuk dapat saling berkenalan dengan sesama peserta yang umumnya adalah para mahasiwa dan mahasiwsi yang berasal dari berbagai daerah yang berbeda di tanah air negeri Indonesia tercinta.

Oleh: Roisul Umam Asy-Syauqi, (Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, UMM).

Ayo, Sebarkan Kebaikan..!

Related posts

Leave a Comment