Bunga sirih

Benih tumbuh di bulan dua.
Ditetesi taburan embun-embun, kasihnya merembas ke akar jiwa.
Layaknya sebuah lentera,
Pancaran nampak nyata, memberi arah baru yang telah lama dalam kelam.
Hitamku menyingsing.
Bergeser tempat tanpa sadar.
Hilang, terbawa terbang oleh sari bunga-bunga.
Kakiku kupukul, pipiku kucubit.
Inikah mimpi?
Khayalan dewa syiwa, sedang mendamba dewi parwati jauh menghilang.
Datang ke pertapaan kailas, disambut batara nandi membawa cawan.
Dibangunkan, batara naradha menghaturkan pasowananan.

Bagaimana tidak, memintaku, memberi jalan lurus.
Disambut hangat, dibukakan pintu, diberikan tempat seluas samudra, senyaman hati.
Merangkai selembar angan indah.
Sertakan selimut lembut dan sifat tidak lupa.
Dari negeri awan didatangkan, tumbuh subur.
Melintasi kebun anggur, memetik bersama.
Putri sirih, hidupku menuju pelataran jalanmu.

*Karya Suryo (Staf Markas Dakwah UMM dan Peneliti di Peacelink)

Ayo, Sebarkan Kebaikan..!

Related posts

Leave a Comment