Sedap Malam


Penghias rembulan,

Pelukis kebijaksanaan di atas awan,

Pemberi restu di empat penjuru semesta.

Alam memanggil…

berhembus bersama tarian nyiur beralaskan rambut pena Tuhan.

Di pagi buta mulai bercerita,

Seruling bambu mengiringi lagu indah, pelataran candi pun bergembira.

Langkah pengembara, bekal seadanya.

Tertatih memikul,

Semampunya mendengar sabda, kumpulan kalimat bijak untuk nantinya.

Beberapa uraian keringat tidak akan berada, karena sebuah nilai.

Melihat harga?

Tentu tidak ada nilai tanpa harga.

Kisah tak akan indah tanpa nestapa di awal terbit cahaya.

Terasa lebih bernilai dengan kebahagiaan di ujung senja.

Setalah berada di sampang, menuju kapal besar untuk berlayar di pulau kecil bertabur bunga.

Dan…. di akhir masa akan tidur dengan aroma sedap malam.

Pemahat sedang berada dalam masa puasa, berharap berkah beriringkan usaha kecil pada waktu berbuka.

Apa yang seharusnya dirasa secukpnya rasakan saja, jangan mengabdi pada logika.
Karena bahasa Tuhan penuh isyarat

bak hembusan angin yang perlu dikhidmati dengan rasa, bukan citra.

Karya Suryo (Staf di Markas Dakwah UMM)

Ayo, Sebarkan Kebaikan..!

Related posts

Leave a Comment