1095 Hari Bersama

Selasa, 6 September 2016 aku pergi ke sekolah seperti biasa, namun hari ini aku begitu bersemangat tak seperti hari-hari sebelumnya. Ketika jam istirahat tiba aku dan temanku Bagas pergi ke kantin untuk membeli makan, saat tiba di kantin aku menoleh kesebelahku dan melihat seorang wanita cantik dengan mata sipit, hatiku mengatakan dan bertanya-tanya siapakah wanita itu. Tak lama kemudian wanita itu berjalan kearahku, jantungku berdetak sangat kencang dan syukurlah dia hanya melewatiku saja tanpa menegurku yang sejak tadi menatapnya.

Aku pun beranjak dari kantin dan kembali kekelas, sesampainya dikelas aku terus memikirkannya hingga makananku tak sempat kumakan. Bel pulang sudah berbunyi akupun langsung pergi meninggalkan sekolah karena badanku sudah sangat Lelah.

Setiap malam aku selalu memikirkannya siapakah wanita itu, hingga pada akhirnya aku memberanikan diri untuk berkenalan disekolah sekaligus meminta nomer telepone, ia bernama Mawar. Perasaanku sedikit lega karena tak lagi memikirkannya justru sekarang kami berdua semakin dekat dan mengenal lebih jauh satu sama lain.

Suatu hari teman laki-laki dikelas mengadakan acara yaitu mononton bioskop, persyaratan yang wajib dipenuhi adalah harus membawa seorang wanita. Aku bingung karena aku tak mempunyai pasangan dan aku coba mengajak mawar untuk menemaniku di acara tersebut. Aku bersyukur karena mawar mau diajak menonton olehku sedangkan dia sendiri sudah mempunyai kekasih.

Aku sebenarnya terkejut mawar menerima ajakan ku ia tak menolak sedikitpun. Saat film berjalan beberapa menit aku mencoba untuk menggenggam erat tangannya karena sepertinya ia kedinginan. Dan benar tangannya dingin sekali dan aku berbicara kepada nya
“Ka, tanganmu dingin sekali,” ucap ku.

Dia tak menjawab sedikitpun melainkan hanya tersenyum dan tersipu malu. Diperjalanan saat kami pulang ia mengatakan sesuatu kepada ku

“Makasih ya de, sudah mau mengajaku, ini pertama kalinya aku menonton bioskop,” ucap Mawar

“Iya ka terimakasih juga telah mau pergi denganku” Ucap ku

Beberapa minggu kemudian aku mendengar kabar baik bahwa mawar telah putus dengan kekasihnya, aku tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. 8 Oktober 2016 aku mengajak ia kesebuah restoran, sebelum aku menjemputnya aku telah menyiapkan setangkai bunga. Sesampainya di restoran seusai makan aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku selama ini kepadanya, kemudian aku memberikan bunga dan berkata

“Ka maukah kau jadi kekasihku?” tanyaku yang membuat dia terkejut dan tersipu malu

“Iya de aku mau jadi kekasihmu, mengapa kamu mengambil keputusan secepat ini? ” Tanya mawar kepadaku.

“Karena hatiku yakin bahwa kaulah orang yang tepat menjadi kekasihku” Jawabku.

Hari itu kami resmi berpacaran, hari-hari ku terasa sangat menyenangkan hingga pada akhirnya aku bertemu seorang wanita yang bernama Resa, ia begitu cantik hingga membuatku lupa bahwa aku telah mempunyai seorang kekasih. Kala itu aku menjalin hubungan secara diam-diam dengannya, hingga hari ulang tahunku tiba hubungan ku dengan resa mulai tercium oleh kekasihku mawar. Aku lupa menghapus chat dengan resa, aku adalah orang yang pelupa.

25 Maret 2017 adalah hari ulang tahunku, aku kira mawar benar-benar marah dan tak ingin lagi bersamaku, tetapi dugaanku salah mawar mempunyai hati yang sangat baik ia masih mau menerimaku meskipun aku telah melakukan kesalahan yang amat besar. Bahkan ia tetap merayakan ulang tahunku dengan memberikan sebuah kue black forest dan kado yang terbungkus rapih. Saat itu aku malu dan tak berani menatapnya, aku hanya bisa meminta maaf karena telah menyakitinya.

“Aku telah memaafkanmu dan jangan kau ulangi lagi keselahanmu” Ucap mawar

“Baik, aku janji tak akan mengulanginya lagi” Jawabku.

Beberapa bulan kemudian sekolah mengadakan acara perpisahan di Kuningan Jawa Barat. Tentu saja seluruh anak kelas 12 wajib mengikuti acara perpisahan itu, sementara aku anak kelas 11 tetap belajar di sekolah seperti biasa. Aku pangling melihat kekasihku menggunakan gaun kebaya dan wajah yang tak seperti biasanya, hari itu ia sangat cantik.

Aku sangat ingin berada disampingnya menggunakan kemeja putih dan jas hitam untuk berfoto dengannya namun apa boleh buat kami berbeda angkatan. Hari-hari ku terasa sangat sepi, ya karena mawar tak lagi disekolah ia telah lulus dan mulai bekerja. Kini aku pergi dan pulang sekolah sendirian, yang biasanya kami selalu bersama-sama.

Lambat laun aku merasa sangat bosan dan tak pernah bersemangat seperti dulu disekolah. Aku berselingkuh lagi dengan seseorang, sebut saja namanya Eva. Aku dan Eva saling mencintai, setiap hari saat jam istirahat tiba kami selalu kekantin bersama. Hampir 1 bulan aku menjalin hubungan gelapku dengannya, tetapi ada seseorang yang memberitahu mawar tentang hubunganku dengannya. Seusai kerja mawar mengajakku kesuatu tempat dan ternyata ia sudah tau tentang hubunganku dengan Eva, ia terus mengintrogasi ku.

“Mengapa kamu melakukan ini kepadaku Ariii?” Tanya mawar kepadaku

“Maafkan aku mawar aku merasa bosan dan tak lagi bersemangat seperti dulu” Jawabku

“Jadi itu sebabnya kamu selingkuh?” Tegas Mawar kepadaku

” Iya aku kesepian bahkan aku malas untuk pergi ke sekolah” Jawabku

Mawar marah besar denganku dan ia sempat ingin putus denganku, tetapi hubungan kami telah berjalan 2 tahun dan tak mudah untuk melupakan satu sama lain. Mawar pergi kerumah Eva dan melabraknya, aku terkejut tiba-tiba Mawar menelponku dan menyuruhku pergi kerumah Eva. Lantas ketika aku sampai disana aku melihat Mawar sedang marah besar dan Eva hanya terdiam dan mengangguk saja.

Tak lain hal nya dengan Eva aku pun menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan amarahnya. Aku dan Eva meminta maaf dan aku mengajak Mawar pergi untuk makan siang. Aku bersyukur mawar masih mau menerimaku meskipun aku mengulangi kesalahan yang sama.

Sejak itu aku berjanji kepada diriku tak akan pernah lagi berpaling dari Mawar. Beberapa bulan kemudian hubungan kami berjalan dengan baik tetapi semua itu berubah ketika aku pergi untuk mengejar mimpi di Jakarta. Aku melanjutkan studyku di salah satu Universitas Negri di Jakarta, sementara mawar terus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Pertengkaran pun sering terjadi ketika kami berdua LDR dan tak saling percaya, kami hanya menuduh satu sama lain. Pertengkaran itu terus berlanjut hingga salah satu dari kami tak kuat lagi menjalani hubungan ini, ya itu Mawar ia berpaling dariku. Ia berselingkuh dengan teman PT nya yang bernama Danil.

Tepat pada tanggal 09 09 2019 Mawar dan Danil sudah resmi berpacaran. Kurang lebih ia sudah berhubungan 1 bulan tetapi aku baru mengetahuinya setelah aku memutuskan untuk fokus pada kuliahku. Aku tak menyangka salah satu temanku mengadu bahwa foto profil WhatsApp mawar berdua dengan laki-laki lain yaitu Danil.

Lantas aku langsung menelpon nya dan menanyakan tentang semua ini. Mawar tak bisa lagi mengelak karena aku mempunyai bukti yang jelas, Ia menjelaskan bahwa hubungannya itu terjadi karena kami berdua sering bertengkar dan tak memberi kabar. Tetapi setelah tertangkap basah Mawar tetap dan bersikeras tak ingin meninggalkan Danil, ia lebih memilih Danil yang baru saja ia kenal dibandingkan aku yang hampir 3 tahun menemaninya. 08 10 2019 adalah hari anniversary kami, hari itu tepat 3 tahun kami berpacaran dan seharusnya hari itu adalah hari yang sangat bahagia untuk kami berdua.

Tetapi malah sebaliknya hari itu aku memutuskan untuk mengikhlaskan mawar bersama Danil. Hari itu aku sudah menyiapkan cincin dan mendekor sebuah caffe, ya aku tetap merayakan hari anniversary kami meskipun aku tahu dia bukanlah milikku lagi. Bisa disebut hari ini adalah hari perpisahan aku dengan Mawar untuk selamanya.

Hari itu aku mengantarnya untuk pergi bekerja dan menjemputnya, ketika malam tiba kami berdua sampai di caffe tersebut dan aku mengajaknya ketempat yang sudah aku siapkan, tepat di depan tulisan anniversary 3 th aku berjongkok dan memberikan sebuah cincin emas dan buket mawar kepadanya, Mawar tersenyum bahagia dan tersipu malu.

Mungkin ia berfikir bahwa aku begitu baik, meski aku telah disakiti namun aku tetap merayakan hari yang sangat spesial ini. Lalu kami berdua mengabadikan momen tersebut karena aku sudah menyewa seorang fotografer, setelah usai berfoto kami berdua makan malam untuk terakhir kalinya. Setelah makan malam selesai Mawar berbicara kepadaku

“Terimakasih banyak ya Ari aku sungguh senang sekali dengan kejutan yang kamu berikan” Ujar Mawar

” Iya sama-sama, bagaimana dengan Danil apakah ia tidak marah dengan apa yang kita lakukan saat ini? Tanyaku kepadanya

“Jujur Ari aku sebenarnya telah memutuskan Danil tadi siang dan aku memilihmu” Ujar Mawar

“Mengapa kamu memutuskannya? Bukankah kamu mencintainya sampai-sampai kamu lebih memilih ia dibandingkan aku. Tanyaku kepadanya

“Aku sadar bahwa kamu adalah yang terbaik.” Jawab Mawar

“Aku minta maaf ya mawar aku tak bisa lagi melanjutkan hubungan ini, asal kamu tahu hatiku sudah hancur lebur dan tak kuat menahan kenyataan ini. Aku memutuskan untuk mengikhlaskanmu kepadanya, dan hari ini bukanlah hari anniversary kita tetapi adalah hari perpisahan kita.

Lantas Mawar menangis mendengar perkataan ku, semula ia bahagia karena ia mengira aku benar-benar merayakan hari anniversary dan tak ingin berpisah dengannya, tetapi aku sudah memutuskan dengan hati yang paling dalam bahwa setelah aku merayakan hari spesial ini aku akan pergi dari kehidupannya.

Akhirnya Mawar menghargai keputusanku, ia berusaha kuat untuk membendung air matanya tetapi tidak bisa, semakin ia menahan air mata itu maka semakin deras air itu mengalir. Aku memeluknya untuk yang terakhir kalinya dan berkata “sudah jangan bersedih lagi, ini semua sudah terjadi, aku mencintaimu dengan cara melepaskanmu. Karena aku sadar bahwa bahagiamu bukan untukku.”

Oleh: Taufiq Qurrohman ( Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

editor
editor

salam hangat

Bagikan di

Related posts

Leave a Comment